"Di tangan kaum Wahabi, wajah Islam yang lembut menjadi penuh kebencian dan caci maki, wajah yang diliputi kasih sayang menjadi penuh dendam dan hujatan…"
Selama ini orang lebih merasakan kerasnya Wahabi dalam praktek-praktek keagamaan. Namun sesungguhnya, secara garis besar, dari manhaj pemikiran Wahabi, mereka juga memiliki beberapa prinsip keberagamaan yang keras.
Pertama, kembali kepada Al-Kitab dan as-sunnah. Prinsip ini bila dilihat dari lahirnya sungguh sangat mempesona siapa pun yang tidak memiliki pengetahuan terhadap syari’at yang didapat dari para ulama dan imam-imam mujtahid.
Kedua, meninggalkan pendapat jumhur (mayoritas) ulama bahkan ijma' (konsensus) ulama umat Islam.
Ketiga, memahami Al-Kitab dan as-sunnah hanya berdasarkan pemahaman diri sendiri, yang sudah pasti bersumber dari hawa nafsu.
Keempat, memaksa orang lain hanya mengikuti pemahaman yang mereka miliki karena menganggap hanya pemahaman merekalah yang benar sedangkan yang lain salah, meskipun itu datang dari mayoritas ulama dan imam-imam mujtahid umat Islam.
Kelima, menganggap sesat siapa pun yang tidak sepaham dengan mereka bahkan dengan mudah mengkafirkannya.
Di samping itu, ada pula fakta-fakta lain yang juga berbahaya. Antara lain, Syaikh Al-Qanuji dalam kitabnya Ad-Dinul Khalish, jilid pertama, halaman 140, menjelaskan, “Taqlid terhadap madzhab termasuk bagian dari kesyirikan.”
Dengan demikian, berdasarkan pernyataan tersebut, umat Islam saat ini secara keseluruhan adalah kafir, karena mengikuti madzhab yang empat.
Syaikh Ali bin Muhammad bin Sinan dalam kitabnya Al-Majmu` Al-Mufid min `Aqidah At-Tawhid, halaman 55, menyatakan, “Wahai seluruh kaum muslimin, keislaman kalian tidak akan membawa guna, kecuali jika kalian mengumandangkan perang yang membabi buta terhadap thariqah tasawuf hingga lenyap, perangilah mereka sebelum kalian memerangi Yahudi dan Majusi.”
Dalam kitab I`shar At-Tawhid, Syaikh Nabil Muhammad mengatakan, “Tasawuf, para pengikut thariqah, dan para penduduk negara-negara Islam seperti Mesir, Libya, Maroko, India, Iran, Asia Barat, Syam, Nigeria, Turki, Romawi, Afganistan, Turkistan, Cina, Sudan, Tunisia, dan Al-Jazair adalah orang-orang kafir.”
Syaikh Hassan Al-`Aqqad dalam kitabnya Halaqat Mamnu`ah, halaman 25, menyatakan, “Kafir orang yang membaca shalawat untuk Nabi sebanyak 1.000 kali atau mengucapkan La ilaha illallah sebanyak 1.000 kali.”
Selama ini orang lebih merasakan kerasnya Wahabi dalam praktek-praktek keagamaan. Namun sesungguhnya, secara garis besar, dari manhaj pemikiran Wahabi, mereka juga memiliki beberapa prinsip keberagamaan yang keras.
Pertama, kembali kepada Al-Kitab dan as-sunnah. Prinsip ini bila dilihat dari lahirnya sungguh sangat mempesona siapa pun yang tidak memiliki pengetahuan terhadap syari’at yang didapat dari para ulama dan imam-imam mujtahid.
Kedua, meninggalkan pendapat jumhur (mayoritas) ulama bahkan ijma' (konsensus) ulama umat Islam.
Ketiga, memahami Al-Kitab dan as-sunnah hanya berdasarkan pemahaman diri sendiri, yang sudah pasti bersumber dari hawa nafsu.
Keempat, memaksa orang lain hanya mengikuti pemahaman yang mereka miliki karena menganggap hanya pemahaman merekalah yang benar sedangkan yang lain salah, meskipun itu datang dari mayoritas ulama dan imam-imam mujtahid umat Islam.
Kelima, menganggap sesat siapa pun yang tidak sepaham dengan mereka bahkan dengan mudah mengkafirkannya.
Di samping itu, ada pula fakta-fakta lain yang juga berbahaya. Antara lain, Syaikh Al-Qanuji dalam kitabnya Ad-Dinul Khalish, jilid pertama, halaman 140, menjelaskan, “Taqlid terhadap madzhab termasuk bagian dari kesyirikan.”
Dengan demikian, berdasarkan pernyataan tersebut, umat Islam saat ini secara keseluruhan adalah kafir, karena mengikuti madzhab yang empat.
Syaikh Ali bin Muhammad bin Sinan dalam kitabnya Al-Majmu` Al-Mufid min `Aqidah At-Tawhid, halaman 55, menyatakan, “Wahai seluruh kaum muslimin, keislaman kalian tidak akan membawa guna, kecuali jika kalian mengumandangkan perang yang membabi buta terhadap thariqah tasawuf hingga lenyap, perangilah mereka sebelum kalian memerangi Yahudi dan Majusi.”
Dalam kitab I`shar At-Tawhid, Syaikh Nabil Muhammad mengatakan, “Tasawuf, para pengikut thariqah, dan para penduduk negara-negara Islam seperti Mesir, Libya, Maroko, India, Iran, Asia Barat, Syam, Nigeria, Turki, Romawi, Afganistan, Turkistan, Cina, Sudan, Tunisia, dan Al-Jazair adalah orang-orang kafir.”
Syaikh Hassan Al-`Aqqad dalam kitabnya Halaqat Mamnu`ah, halaman 25, menyatakan, “Kafir orang yang membaca shalawat untuk Nabi sebanyak 1.000 kali atau mengucapkan La ilaha illallah sebanyak 1.000 kali.”
bila ada kesalahan saya mohon maaf Wallohu a'lam
Artikel Terkait
catatan singkat
- Kesempurnaan Nikmat
- Sya’ir Abu Nawas
- Perintah Dan Anjuran Menikah dalam Islam
- 5 Jalan Menuju Sukses
- Download Mushaf Madinah doc Word
- Kesulitan Dibalas dengan Kemudahan
- Hukum Pacaran atau Berpacaran
- Harta Umat dan Kebangkitan Umat Islam
- Kiamat Sudah Dekat
- Bosan Jadi Pegawai
- Kenali Potensi diri dan Bermimpilah
- Keadilan Allah dalam Hukum
- Cinta Pada Masa Pacaran
- Nasihat Kakak
- Hati-Hati dalam Memilih Berteman
- Sikap Permusuhan, Ikhtilaf dan Perpecahan
- Memaafkan itu Menyehatkan
- Belajar Karena Ujian, Sistem Kebut Semalam
- Kata Mutiara Mario Teguh
- Menggapai Kebahagiaan Dunia Akhirat
- Wanita Masuk Neraka Karena Model Kerudung ?
- Islam Mengajarkan Supaya Kaya Bukan Miskin
- Sederhana Bukan Berarti Miskin
- Nasihat Al-Bushiri Tentang Hawa Nafsu
- 7 Kaidah Kebahagiaan
Info
- Pendaftaran Beasiswa S1 S2 S3 Turki Dibuka
- Beasiswa Turki 2015
- Awas Bahaya Facebook
- Mari Kenali Indonesia
- Taqlid dan Ijtihad
- Ilmu dalam Al-Qur'an
- Ilmu Tasawuf
- Sifat‑sifat Khawarij
- Cinta Sejati
- Hubungan Niat dan Amal
- Dapatkah Kita Hidup Tanpa Cinta ?
- Pikiran Positif dan Negatif
- Hidup Adalah
- Melawan Diri Sendiri
- Pentingnya Harapan
- Pesantren
- Siapa Saya ? Who am I ? من انا ?
- Dialog Santai Tentang "Dimana Allah?" di Facebook
- ILMU AGAMA AKAN BERANGSUR-ANGSUR HILANG
- Pengaruh Negatif Facebook
- Khasiat Tersenyum ^_^
wahabi
- Siapakah Wahabi
- Pemalsuan Kitab Al-Ibanah Imam Abu Hasan Al-Asy’ariy
- Kesesatan Wahabi
- Wahhabi Memusuhi Orang Yang Beraqidah Asy'ariyyah ?
- Kesalahan Ahli Bid’ah dalam Memahami “Bid’ah” Sehingga Menjadi Fitnah Islam
- PENIPUAN FIRANDA TERHADAP UMAT DAN KEDANGKALANNYA DI DALAM MEMAHAMI NASH HADITS DAN UCAPAN PARA ULAMA. BAG I
- Membongkar Hujjah Firanda atas "IJMA' ULAMA BAHWA ALLAH DI LANGIT"
- Pujian Untuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ?
- Menjawab Kedangkalan, Tuduhan dan Pembohongan Public Abu Ubaidah As-Sidawi Terhadap Ucapan Para Ulama Madzhab
- Pembohongan Publik Abu Ubaidah Assidawi dan Terjebaknya Dia Dalam Bid'ah Dholalah (Seputar haul)
- Pertentangan Salafy Wahhaby Utamanya Bin Bazz Terhadap Ulama Salaf Bahkan Terhadap Al-Quran dan Al-Hadits
- Makna "Istiwa"
- Antara Sunnah dan Bid'ah
- Hukum Melafadzkan Niat
- Kenapa Harus Bermadzhab ?
- Kerancuan dalam Pemahaman Kelompok Anti Maulid
- Dialog Bersama Salafy
- ANTARA ASWAJA DAN SALAFY/WAHABI
- Allah Ada Tanpa Tempat
- Wahhabi Bukan Ahlussunnah Wal Jama’ah
- Dialog Publik di Masjidil Haram
- Dalil Bid’ah Hasanah
- Contoh - Contoh Bid'ah Sayyiah
- Contoh - Contoh Bid'ah Hasanah