
Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alaun kota. Cucunya sudah beberapa. Orangpun masih mengenal masa lalunya yang bergelimpangan harta. Namun ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli. Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?"Harapan, Nak! jangan kehilanagan harapan. Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita tak akan sempat memetik buahnya yag ranum bertahun-tahun kemudian.Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia."
Artikel Terkait
Info
- Pendaftaran Beasiswa S1 S2 S3 Turki Dibuka
- Beasiswa Turki 2015
- Awas Bahaya Facebook
- Mari Kenali Indonesia
- Taqlid dan Ijtihad
- Ilmu dalam Al-Qur'an
- Ilmu Tasawuf
- Ada Apa dengan Wahabi?
- Sifat‑sifat Khawarij
- Cinta Sejati
- Hubungan Niat dan Amal
- Dapatkah Kita Hidup Tanpa Cinta ?
- Pikiran Positif dan Negatif
- Hidup Adalah
- Melawan Diri Sendiri
- Pesantren
- Siapa Saya ? Who am I ? من انا ?
- Dialog Santai Tentang "Dimana Allah?" di Facebook
- ILMU AGAMA AKAN BERANGSUR-ANGSUR HILANG
- Pengaruh Negatif Facebook
- Khasiat Tersenyum ^_^
cinta
- Ini Dia Jenis-Jenis Cinta Dalam Al-Quran
- Belum Juga Menikah, Ini Beberapa Alasannya
- Perintah Dan Anjuran Menikah dalam Islam
- Hukum Pacaran atau Berpacaran
- Cinta Pada Masa Pacaran
- 9 Filsafat Cinta
- 10 Tips Penghangat Cinta
- Definisi atau Arti Cinta
- Galau Karena Jodoh
- Cantik Sih, Tapi..
- 13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki
- Indah Pada Waktunya
- Kisah Indah Wanita Yang Romantis
- Cinta Yang Positif
- Sedikit Fakta Tentang Cinta
- Seruan Islam Untuk Menikah
- Mereka Seperti Boneka
- Dampak Positif dan Negatif dari Pernikahan Dini
- Mencintai Itu Keputusan
- Cinta Sejati
- Dapatkah Kita Hidup Tanpa Cinta ?
- Istri Yang Sholihah
- Hubungan Cinta dan Motivasi
- Saling UP GRADE dengan CINTA