Robert Redenbach dalam “ Perform with Confident” (1987), mengingatkan pentingnya pengendalian pikiran dalm membangun hubungan dan kepercayaan. Menurutnya, akal akan menghasilkan pikiran positif dan pikiran negatif secara bergantian setiap saat. Umumnya banyak orang yang lebih menyukai pikiran negative daripada positif, mungkin karena fikiran negatife lebih sering dianggap lebih menarik dan lebih berwarna dan hanya memerlukan sedikit usaha untuk memproduksinya. Padahal, pikiran liar (negatif), meskipun seakan rasionalis dan berdasarkan fakta-fakta yang ada, akan cenderung memprovokasi lahirnya perasaan negatife dan destruktif.
Oleh karena itu, biasakan untuk memonitor dan mengarahkan fikiran anda. Jangan biarkan diri anda dikendalikan oleh fikiran negatife. Bila yang masuk daalm fikiran anada tidak jelas positif dan negatifnya, gantilah denga sesuatu yang positif. Atau jadikanlah fikiran yang tidak jelas itu sesuatu yang tidak serius sehingga tidak mempengaruhi perasaan anda. Misalnya, jika anda memikirkan sesuatu tidak anda sukai, pikirkanlah tentang sesuatu yang anda sukai. Bila anda teringat sesuatu yang mengecewakan, gantilah dengan sesuatu kenangan yang membuat anda bangga. Bila anda sedang memikirkan hal yang melecehkan anda, pikirkanlah hal yang anda sukai.
Saya teringat nasihat guruku dari Ponpes Wah-oem,,, beliau bercerita ketika ada seseorang sebut saja si Fulan kehausan di padang pasir ada sebuah gelas yg berisi setengahnya,,, orang yg memandang dengan pandangan negatif, pesimis, mengeluh berkata"'ah sialan cuma segitu' bakalan mati gue"….. tapi orang yg memandang dengan ridho, optimis dan qona'ah ia berkata "syukur masih ada airnya alhamdulillah'" jadi fikiran kitalah yg dapat menjadikan hidup kita bahagia, lihatlah pelajaran dari kedua orang tersebut.
Oleh karena itu, biasakan untuk memonitor dan mengarahkan fikiran anda. Jangan biarkan diri anda dikendalikan oleh fikiran negatife. Bila yang masuk daalm fikiran anada tidak jelas positif dan negatifnya, gantilah denga sesuatu yang positif. Atau jadikanlah fikiran yang tidak jelas itu sesuatu yang tidak serius sehingga tidak mempengaruhi perasaan anda. Misalnya, jika anda memikirkan sesuatu tidak anda sukai, pikirkanlah tentang sesuatu yang anda sukai. Bila anda teringat sesuatu yang mengecewakan, gantilah dengan sesuatu kenangan yang membuat anda bangga. Bila anda sedang memikirkan hal yang melecehkan anda, pikirkanlah hal yang anda sukai.
Saya teringat nasihat guruku dari Ponpes Wah-oem,,, beliau bercerita ketika ada seseorang sebut saja si Fulan kehausan di padang pasir ada sebuah gelas yg berisi setengahnya,,, orang yg memandang dengan pandangan negatif, pesimis, mengeluh berkata"'ah sialan cuma segitu' bakalan mati gue"….. tapi orang yg memandang dengan ridho, optimis dan qona'ah ia berkata "syukur masih ada airnya alhamdulillah'" jadi fikiran kitalah yg dapat menjadikan hidup kita bahagia, lihatlah pelajaran dari kedua orang tersebut.
Artikel Terkait
Pesantren
- Penilaian Kognitif, Afektif dan Psikomotorik
- Makan Berjamaah Ala Santri
- Pesantren, Santri dan Kebodohan
- Negeri Sejuta Pesona I
- Mengapa Anda Belajar Bahasa Arab?
- Arti Kata Santri
- Definisi Pondok Pesantren
- 12 Bidang Ilmu
- Wallpaper Ramadhan [Click Zoom Photos]
- Hidup Adalah
- Melawan Diri Sendiri
- Pesantren
- Makna Kata "Santri"
Info
- Pendaftaran Beasiswa S1 S2 S3 Turki Dibuka
- Beasiswa Turki 2015
- Awas Bahaya Facebook
- Mari Kenali Indonesia
- Taqlid dan Ijtihad
- Ilmu dalam Al-Qur'an
- Ilmu Tasawuf
- Ada Apa dengan Wahabi?
- Sifat‑sifat Khawarij
- Cinta Sejati
- Hubungan Niat dan Amal
- Dapatkah Kita Hidup Tanpa Cinta ?
- Hidup Adalah
- Melawan Diri Sendiri
- Pentingnya Harapan
- Pesantren
- Siapa Saya ? Who am I ? من انا ?
- Dialog Santai Tentang "Dimana Allah?" di Facebook
- ILMU AGAMA AKAN BERANGSUR-ANGSUR HILANG
- Pengaruh Negatif Facebook
- Khasiat Tersenyum ^_^