Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Friday, 26 October 2012

Belajar Karena Ujian, Sistem Kebut Semalam

Masa awal-awal kuliah seperti di kebanyakan universitas di timur tengah mahasiswa masih sedikit yang masuk ke kuliah apalagi mendekati hari raya  'ied Adha, masih banyak yang terlena dengan masa liburan yang panjang, pada hari itu di kelas saya hanya ada 5 orang mahasiswa, saya orang Indonesia, satu orang Iran dan 3 orang Suriah. Sebelum ustadz Doktor datang terjadi perbincangan diantara kami para mahasiswa, kami ngobrol berbagai macam hal yang tidak dapat diceritakaan saat ini dan di media ini namun ada satu point yang saya garis bawahi yang mengenai proses belajar mengajar.

Ada point penting yang saya dapatkan ketika berbincang dengan teman asal Iran yang sunni dan bermadzhab syafi'i, ia sangat rajin masuk kuliah, ia menyinggung mahasiswa yang hanya belajar dan rajin kuliah ketika ujian sebentar lagi datang dan mereka belajar hanya karena ujian setelah ujian selesai mereka melupakan ilmu yang ia pelajari, bahwa setidaknya ada 2 jenis pembelajaran :

Dirosah imtihaniyah dan dirosah 'ilmiyyah.
 
Pembelajaran ujian dan pembelajaran ilmu.

Pembelajaran ujian itu cirinya belajar pada beberapa saat ketika akan ujian saja bahkan mereka menggunakan belajar SKS ( Sistem Kebut Semalam ) dan setelah itu buku dilupakan bahkan tidak pernah dibaca lagi dan ilmunya hanya sesaat yaitu pas ujian saja. Sedangkan pembelajaran ilmiyah itu belajar setiap saat ilmu itu akan menempel kuat dalam seseorang, ia belajar bukan hanya karena ujian dan bukan karena menginginkan nilai saja, sebelum dan setelah ujian tetap belajar, ia tetap belajar dengan rajin dan tekun meski tidak ada ujian.

sangat manis sekali... :)

semoga kita bisa menjadi seorang yang belajar yang benar karena ilmu, karena Allah, bukan karena semata-mata menginginkan nilai dan penghargaan dari manusia. aamiiin


BACA SELENGKAPNYA>>>>

Sunday, 11 March 2012

Tetap "Husnudzon" Berprasangka Baik

saya bukan ahli dalam ilmu psikologi, namun dibawah ini saya berusaha sedikit menganalisa bagaimana pikiran positif bisa menentukan kehidupan seseorang apakah bisa menyebabkan kegagalan atau sebaliknya.

Penulis terkenal Doug Hooper pernah menyatakan "You are What You Think" dalam bukunya yang berjudul sama "you are what you think", seraya ia mengambil sebuah kesimpulan bahwa pendapat kita tentang ihwal\keadaan diri kita sendiri, termasuk masalah keberhasilan dan kegagalan adalah satu hal yang akan menjadi kenyataan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Stephen R. Covey dalam bukunya "The 7 Habits of Highly Effective people" ia menyatakan bahwa kita melihat dunia, sesungguhnya bukan sebagaimana dunia adanya, melainkan sebagaimana kita adanya atau sebagaimana kita mengkondisikan diri untuk melihatnya.

Seseorang dapat saja merasa selamanya hidup gagal, atau mencap dirinya seakan terlahir dengan perasaan sudah sepantasnya menjadi manusia sial, pecundang, atau gagal. Namun perlu diketahui bahwa pandangan ini sesungguhnya lahir dari sikap diri negatif yang mendorong untuk melihat diri dan dunia luar dengan kaca mata kuda yang gelap dan satu arah, sehingga ia hampir tidak bisa melihat sisi pandang lain secara jernih sekalipun sebenarnya yang ia pandang adalah sesuatu yang positif atau memiliki unsur positif.

Apa yang kita pikirkan memang sangat mempengaruhi hasil yang akan kita peroleh. Seperti pernah dikatakan Dale Carnegie dalam bukunya : “Ingatlah kebahagiaan tidak tergantung pada siapa dirimu dan apa yang kamu miliki tetapi tergantung pada apa yang kamu pikirkan.”

Dan dalam buku La Tahzan ( Jangan Bersedih ) yang ditulis oleh Dr. Aid Al Qarni, beliau menyatakan :

“Apakah anda menginginkan kebahagiaan yang sesungguhnya? Tidak usah jauh-jauh anda mencarinya, karena kebahagiaan itu ada pada diri anda sendiri. Ia terdapat pada pikiran positif dan kreatif, khayalan yang indah kemauan yang optimis, dan hati yang selalu memancarkan kebaikan.”

Ada sebuah hadits Qudsi yang menerangkan kepada kita bahwa Allah senantiasa menurut pandangan dan prasangka hamba-Nya. " ana 'inda dzonni 'abdii bii" :

فقد قال عليه الصلاة والسلام { قال الله عز وجل أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه حيث ذكرني } الحديث رواه البخاري ومسلم من حديث أبي هريرة .

Rasulullah sholallohu'alaihi wasallam telah bersabda; Allah azza Wajalla berfirman: "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku. Aku bersamanya setiap kali ia mengingat-Ku. (hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori dan Muslim, dari Abu Hurairah rhadiallohuanhu)

bahkan dalam islam berprasangka baik dan berfikiran positif adalah ibadah bahkan sebaik-baik ibadah.

وأخرج أبو داود وابن حبان في صحيحه عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم { من حسن الظن العبادة } ورواه الترمذي والحاكم بلفظ { إن حسن الظن بالله من حسن عبادة الله }

"Imam Abu Daud dan Ibnu Hibban dalam Kitab Shahihnya meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhiallohu'anhu, dari Nabi Shalallohu'alaihiwasallam : Berprasangka Baik adalah sebagian dari ibadah, dan Imam Tirmidzi dan Hakim meriwayatkan dengan lafadznya: sesungguhnya berprasangka baik kepada Allah adalah termasuk sebaik-baik ibadah kepada Allah.

Demikian luar biasa efek dari berfikiran positif dan betapa sangat diperlukan dan bermanfaatnya kekuatan itu dalam kehidupan sehari-hari. Berpikir positif akan menjadikan kita manusia yang selalu pandai bersyukur, menjadi penyabar dan tahan atas segala musibah sehingga semua perkara selalu baik adanya. Ketika kita mendapat anugerah, pikiran kita akan selalu mengatakan “ya Tuhan, telah kau limpahkan nikmat-Mu yang sangat banyak, betapa bersyukurnya aku sebagai hamba-Mu” dan saat ditimpa musibah akan mengatakan “tentu selalu ada hikmah di balik cobaan yang Engkau berikan, aku akan selalu sabar dan bertawakal. Saya yakin semuanya akan baik-baik saja nantinya.”

intinya jika kita berprasangka buruk kepada Allah maka hasil buruklah yang akan terjadi, sebaliknya jika kita berprasangka baik alias positif maka hasil baiklah yang akan diraih, saya menyebutkan penulis-penulis barat dan memunculkan perkataan mereka bukan berarti mengesampingkan para ulama islam, namun saya ingin menjabarkan bahwa mereka (barat) biasa dapat menyimpulkan hal tersebut belakangan ini ketika abad ilmu pengetahuan berkembang pesat, namun Nabi kita Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam telah bersabda di dalam hadits qudsi diatas 14 abad yang lalu, bahwa positif dan negatif itu tergantung kita, tergantung prasangka kita, subhanallah.... Maha Benar Allah dan Rasul-Nya.

Be positive people for better life :)

semoga bermanfaat,,,,,

ditulis di damaskus 2012

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Thursday, 16 June 2011

Pikiran Positif dan Negatif

Robert Redenbach dalam “ Perform with Confident” (1987), mengingatkan pentingnya pengendalian pikiran dalm membangun hubungan dan kepercayaan. Menurutnya, akal akan menghasilkan pikiran positif dan pikiran negatif secara bergantian setiap saat. Umumnya banyak orang yang lebih menyukai pikiran negative daripada positif, mungkin karena fikiran negatife lebih sering dianggap lebih menarik dan lebih berwarna dan hanya memerlukan sedikit usaha untuk memproduksinya. Padahal, pikiran liar (negatif), meskipun seakan rasionalis dan berdasarkan fakta-fakta yang ada, akan cenderung memprovokasi lahirnya perasaan negatife dan destruktif.

Oleh karena itu, biasakan untuk memonitor dan mengarahkan fikiran anda. Jangan biarkan diri anda dikendalikan oleh fikiran negatife. Bila yang masuk daalm fikiran anada tidak jelas positif dan negatifnya, gantilah denga sesuatu yang positif. Atau jadikanlah fikiran yang tidak jelas itu sesuatu yang tidak serius sehingga tidak mempengaruhi perasaan anda. Misalnya, jika anda memikirkan sesuatu tidak anda sukai, pikirkanlah tentang sesuatu yang anda sukai. Bila anda teringat sesuatu yang mengecewakan, gantilah dengan sesuatu kenangan yang membuat anda bangga. Bila anda sedang memikirkan hal yang melecehkan anda, pikirkanlah hal yang anda sukai.

Saya teringat nasihat guruku dari Ponpes Wah-oem,,, beliau bercerita ketika ada seseorang sebut saja si Fulan kehausan di padang pasir ada sebuah gelas yg berisi setengahnya,,, orang yg memandang dengan pandangan negatif, pesimis, mengeluh berkata"'ah sialan cuma segitu' bakalan mati gue"….. tapi orang yg memandang dengan ridho, optimis dan qona'ah ia berkata "syukur masih ada airnya alhamdulillah'" jadi fikiran kitalah yg dapat menjadikan hidup kita bahagia, lihatlah pelajaran dari kedua orang tersebut.

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Hidup Adalah

Hidup Adalah ....

Hidup adalah masalah pilihan
Memilih untuk bahagia atau sengsara.
Memilih untuk dipulihkan atu menyimpan kepahitan
Memilih untuk mengampuni atau mendendam.

Hidup adalah masalah pilihan.
Kebahagiaan semu bisa anda dapatkan, yang sejati tak jauh dari jangkauan.
Cinta kasih juga bisa anda miliki,namun dendam dan amarah juga bisa anda alami.
Persahabatan nan indah bukan impian, pengkhianatn mungkin anda dapati.

Hidup adalah masalah pilihan.
Mengenai bagaimana anda menjalani hidup.
Mengenai anda menghabiskan seluruh waqtu.
Mengenai bagaimana anda mencapai impian.
Dan mengenai bagaimana anda memandang kehidupan.tak dapat ditebak, dan tak dapat diselami.

Ada yang menganggap kehidupan sebagai medan peperangan. dimana ia harus berjuang tanpa henti.
Sementara yang lain menganggap kehidupan sebagai kutukan dari Yang Maha Kuasa.
Hidup tak lagi berarti bagi dirinya, ratap tak pernah jauh dari mulutnya.
Air mata mengalir siang dan malam, sebab hanyalah duka dan nestapa yang ada.

Namun.....
Orang yang berbahagia menganggap kehidupan sebagai sautu emas yang mulia.
Harta nan sangat berharga.
Anugerah Ilahi yang wajib disyukuri.

Dijalaninya hidup dengan asa dan impian.
Berjalan dalam jalan Sang Pencipta.
Berserah semuanya. melangkah setapak demi setapak.
Sampai didapatinya mahkota kemuliaannya.

Hidup adalah masalah pilihan. yang manakah yang anda pilih ?
Tanyalah pada diri sendiri Dan jalanilah hidup anda......


BACA SELENGKAPNYA>>>>

Melawan Diri Sendiri


Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain.
Namun, kemenangan atas diri sendiri.

Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan,keengganan, keangkuhan, dan setiap keraguan yang menambat diri di setiap kali kita akan start.

Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki, atau dendam.

Keberhasialn sejati memberikan kebahagiaan yang seajati, yang tak mungkin diraih dengan niat yang ternoda.Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari lain, akan tertinnggal kaena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak.

Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian pada perbaikan catatan waktunya sendiri.Ia bertanding dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. kerenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal kekalahan diri sendiri.Semoga bermanfaat... ^_^

BACA SELENGKAPNYA>>>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...