Monday, 15 October 2012

Wanita Masuk Neraka Karena Model Kerudung ?

Sabda Nabi tentang 2 golongan dari penduduk Neraka yang belum pernah beliau lihat pada zamannya ternyata benar 2 golongan itu muncul pada zaman ini, yaitu :

1. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia
2. Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggaklenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya tercium dari perjalanan sekian dan sekian
( lihat hadits shohih muslim no. 2128 )


dalam berpakaian dan berbusana itu ada 3 kriteria penting yang harus dipenuhi,
1. Norma yang terpenting adalah norma agama
2. Etika, yaitu akhlak
3. Estetika, yaitu keindahan

Saya menyinggung masalah ini karena sangat prihatin dengan keadaan wanita zaman sekarang, yang sudah rusak dari segi fashionnya, karena menurut pepatah 'membangun wanita adalah membangun generasi' dari wanitalah lahir generasi, jika wanita baik maka generasipun akan baik, jika wanitanya sudah rusak maka generasipun akan rusak.

Ketika pengajian hadits Dr. Syarif Showwaf sempat disinggung masalah ini, beliau bercerita bahwa ketika zaman kakeknya beberapa ratus tahun yang lalu pakaian wanita sudah 'rusak' sehingga seorang ulama yang sangat waro' (berhati-hati dengan dosa) selalu memakai tutup kepala sehingga yang terlihat hanya kedua kaki yang berjalan saja ketika berjalan di jalan-jalan untuk menjaga pandangan dari wanita-wanita yang berpakaian seperti itu. Bahkan beliau tidak keluar dari madrosahnya untuk menghindari dosa-dosa itu. Namun saya sendiri menyadari betapa sulitnya menjaga pandangan ketika banyaknya godaan dan pemandangan seperti itu.

Model penutup kepala atau kerudung yang seperti punuk unta ini ternyata populer di negara-negara arab bahkan di syam. Dengan model pakaian yang ketat sehingga ia berpakaian namun hakikatnya telanjang. Kita tahu bahwa cara musuh islam merusak orang-orang muslim diantaranya adalah dengan finance, food, film. Fashion. Mereka menguasai ekonomi, makanan dan minuman, industri musik dan film, juga fashion atau model berpakaian.

Banyak yang belum sadar akan hal ini dan saya khawatir banyak yang masuk dalam golongan yang jadi penduduk neraka, saran saya boleh saja wanita berpakaian yang indah yaitu berestetika, namun harus memakai kaidah norma agama dan akhlak.
Pembahasan dan penjelasan hadits ini cukup panjang di syarah muslim oleh Imam Nawawi ra, ternyata tidak sekedar difahami secara tekstual saja. mengenai yang pertama itu orang yang memukul manusia secara dzolim menggunakan memakai cambuk, maksudnya mereka itu orang-orang yang suka bermaksiat, yang karena kekufuran mereka, mereka harus masuk neraka.

Kalau rambut panjang itu beda lagi pembahasannya, dalam syarah hadits ini disebutkan:
kaasiyat 'aariyaat itu ada beberapa makna : 

 
1. Yang menggugunakan nikmat Allah namun tidak mensyukurinya
2. Memakai pakaian namun tidak melakukan amal kebaikan.
3. Me
mperlihatkan sedikit anggota badannya untuk menampakan kecantikannya
4. Memakai pakaian tipis sehingga terlihat apa yg dibawah pakaian.

Adapun kepala mereka seperti punuk itu maknanya membesarkan kepala mereka menggunakan kerudung, kain-kain, dll yang diletakan di kepala sehingga seperti punuk unta.

adapun yang memaknai mereka itu adalah wanita-wanita yang tidak bisa menjaga pandangan kepda laki-laki, sehingga selalu menggodanya dan berbangga dengan kepala mereka.

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Islam Mengajarkan Supaya Kaya Bukan Miskin

Sekilas saya dengar video ceramah dari Syaikh Ahmad kuftaru rahimahullah yang saya dengar sebelum shalat jum'at dimulai, saya dapat beberapa point penting :

1. Dalam Al-Quran seringkali ayat yang menceritakan sholat kemudian diikuti dengan zakat, yang menunjukan adanya hubungan.

2. Sholat adalah hubungan kita dengan Allah, dan zakat hubungan kepada sesama dan keduanya adalah rukun islam yang wajib dilaksanakan dan merupakan pasak, tanpanya b
angunan Islam akan roboh dan tidak sempurna.

3. Dalam surah Almu'minun Allah berfirman dalam mensifati orang-orasang mukmin diantaranya 'walizzakaati faa'iluun' dan mereka adalah orang-orang yang melaksanakan zakat. Lihatlah ciri orang mukmin adalah mereka yg melaksanakan zakat bukan (walizzakaati aagitsuun) mereka yang membutuhkan zakat.

4. Ini menunjukan bahwa islam tidak mengajarkan kemiskinan, namun jadilah orang-orang kaya, namun kayalah dan dermawanlah juga kasihanilah sesama.

5. Berusahalah dan bekerjalah, rezeki bukan hanya ditunggu namun juga dijemput, bahkan para Nabipun adalah para usahawan dan entrepeneur, nabi kita Muhammad saw dulu adalah pedagang juga pengembala, Nabi Daud as. Adalah pengrajin besi, Nabi Idris adalah seorang penjahit, dan sebagainya.

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Wednesday, 10 October 2012

Sederhana Bukan Berarti Miskin

Sederhana itu bukan berarti miskin, konsep yang benar tentang sederhana itu adalah dalam sikap kita, sikap kita yang harusnya bersahaja dan sederhana.

Sahabat Abdurahman bin Auf r.a adalah orang terkaya pada zaman Nabi, namun ia memakai pakaian seperti orang biasa saja tidak mewah-mewah, sahabat Utsman bin Affan r.a dan Umar bin Khattab r.a pun punya ladang yang sangat luas, namun hidup mereka sederhana seperti orang biasa, pakaian mereka bahkan cuma beberapa potong bahkan terkadang ada tambalannya, mereka punya penghasilan yang besar namun memakai secukupnya dan di distribusikan/disedekahkan seluas luasnya untuk yang membutuhkan dan kemashlahatan kaum muslimin.


Intinya Sederhana itu dalam bersikap, produksi sebesar-besarnya, gunakan secukupnya dan distribusikan seluas-luasnya untuk kemashlahatan umat... Bukankah Tangan di atas lebih utama daripada tangan di bawah, dan sebaik2 manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama....? :)

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Tuesday, 2 October 2012

Nasihat Al-Bushiri Tentang Hawa Nafsu


Nasihat Al-Bushiri tentang HAWA NAFSU, Supaya berhati-hati dengannya.
saya kutip sebagiannya saja :

والنفس كالطفل إن تهمله شب على = حب الرضاع وإن تفطمه ينفطم
فاصرف هواها وحاذر أن توليه = إن الهوى ما تولى يصم أو يصم
وراعها وهي في الأعمال سائمة = وإن هي استحلت المرعى فلا تسم
كم حسنت لذة للمرء قاتلة = من حيث لم يدر إن السم في الدسم
واخش الدسائس في جوع ومن شبع = فرب مخمصة شر من التخم
واستفرغ الدمع من عين قد امتلأت = من المحارم والزم حمية الندم
وخالف النفس والشيطان واعصهما = وإن هما محضاك النصح فاتهم
ولا تطع منهما خصماً ولا حكماً = فأنت تعرف كيد الخصم والحكم

Nafsu itu tak ubahnya seperti anak kecil yang masih menyusui.Kalau dibiarkan ia akan terus menyusu sampai tua, tetapi jika engkau berhentikan, ia akan berhenti.

Maka berpalinglah dari hawa nafsumu dan jangan diberikan kesempatan kepadanya untuk menguasai engkau, karena jika ia berkuasa, sudah pasti ia akan membutakan dan menulikanmu.

Jagalah nafsumu baik-baik walaupun ia telah berada dalam ruang ketaatan,
kerana bila ia sudah menguasai suasana ia akan melencengkan tujuan ketaatan.
Maka janganlah engkau lengah untuk mengawasinya.

Berapa banyak ia telah menipu orang.
Ia menyajikan makanan yang kelihatan segar, padahal di dalamnya ada racun yang membunuh.
Bukankah racun itu selalunya diletakkan pada makanan yang sedap-sedap.

Oleh itu waspadalah kamu dari tipu dayanya, sama saja melalui lapar atau kenyang, kerana barangkali lapar itu lebih jahat dari kenyang.

Biarlah air mata mu itu kering dari menangisi dosa, kerana sudah sekian lama ia kenyang dengan maksiat..Dan tetapkanlah engkau menjaga penyesalannya (taubat)

Lawanlah nafsu dan syaitan dan jangan engkau turuti keduanya.
Seandainya keduanya menasihatimu, janganlah engkau hiraukan.

Janganlah engkau mengikuti keduanya, sama saja sebagai musuh atau sebagai hakim kerana engkau tahu tipuan musuh dan permainan hakim.

Sedikit profil tentang Pengarang Kasidah Burdah ialah Al-Bushiri (610-695H/ 1213-1296 M). Nama lengkapnya, Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid al-Bushiri. Beliau keturunan Berber yang lahir di Dallas, Maroko dan dibesarkan di Bushir, Mesir, Dia seorang murid Sufi besar, Imam as-Syadzili dan penerusnya yang bernama Abdul Abbas al-Mursi – anggota Tarekat Syadziliyah. Di bidang ilmu fiqih, Al Bushiri menganut mazhab Syafi’i, yang merupakan mazhab fiqih mayoritas di Mesir

BACA SELENGKAPNYA>>>>

7 Kaidah Kebahagiaan


Jagalah 7 kaidah kebahagiaan :

1.Jangan membenci seseorang meski ia pernah salah kepadamu

2. Janganlah selalu cemas, perbanyaklah berdo'a

3. Hiduplah dengan sederhana walau kedudukanmu tinggi

4. Tetaplah dalam kebaikan meski banyak bala/mushibah dan selalu berprasangka baik kepada Tuhanmu

5. Banyaklah memberi meski engkau terhalang

6. Tersenyumlah meski hati meneteskan darah

7. Jangan pernah berhenti berdo'a untuk saudaramu meski ia tidak mengetahui.

BACA SELENGKAPNYA>>>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...