Senin, 23 Juli 2012

Pemuda-Pemudi Muslim Harus Mewaspadai Pacaran dan Pergaulan Bebas

Pemuda sangatlah penting untuk umat islam, ia adalah penerus perjuangan para pendahulu dan di pudaknyalah masa depan bangsa dan umat islam. Dalam Al-Quran dan Hadits banyak sekali kisah tentang pemuda dan keutamaannya. Seperti di bawah ini :

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى (13

“Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) perihal mereka dengan benar; sesungguhnya mereka itu orang-orang muda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambahi mereka dengan hidayah petunjuk”.( Al-kahfi : 13)

Hadits Nabi:

[ 2417 ] حدثنا عبد الله بن عبد الرحمن أخبرنا الأسود بن عامر حدثنا أبو بكر بن عياش عن الأعمش عن سعيد بن عبد الله بن جريج عن أبي برزة الأسلمي قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن عمره فيما أفناه وعن علمه فيم فعل وعن ماله من أين اكتسبه وفيم أنفقه وعن جسمه فيم أبلاه قال هذا حديث حسن صحيح  (رواه الترمذي

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, tidak akan bergerak (berpindah tempat) kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ia ditanya tentang umurnya dalam apa ia habiskan, tentang ilmunya apa yang ia amalkan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia perguanakan, tentang badanya dalam apa ia pergunakan”

عن عمرو بن ميمون الأودي أن رسول الله صَلى الله عَلَيه وسَلَّم : قال لرجل وهو يعظه : اغتنم خمسًا قبل خمس : شبابك قبل هرمك وصحتك قبل سقمك وغناك قبل فقرك وفراغك قبل شغلك وحياتك قبل موتك.
رواه مسدد ، والنسائي ، في الكبرى مرسلًا ورواته ثقات.

“Rasulullah berpesan kepada seorang sahabat : pergunakanlah sebaiknya lima sebelum datang lima, masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, masa luangmu sebelum masa sempitmu, dan hidupmu sebelum matimu.”

Yang dimaksud dengan pemuda adalah laki-laki atau perempuan yang umurnya berada antara baligh dan 40 tahun.

1. Islam sangat membutuhkan pemuda, dalam Al-Quran ada surat yang keseluruhannya berbicara tentang pemuda yang beriman ia adalah surat Al-Kahfi, pemuda-pemuda beriman kepada Tuhannya kemudian melarikan diri untuk melindungi diri dan keimanannya dari penguasa dzalim, kemudian Allah menjadikan kisah mereka sebagai nama sebuah surah yang dibacakan di dunia dan akhirat,

dalam Al-Quran juga ada nama seorang pemudi sholehah, ratu wanita-wanita di surga, Surah Maryam.

Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam berkali-kali berbicara tentang pemuda dan sangat memperhatikannya, contoh para sahabat radhiallahu 'anhum berapa umur mereka ketika masuk Islam?

Abu Bakar Ashidiq masuk islam ketika umurnya 37 tahun, Umar Al-Faruq masuk islam kerika umurnya 26 tahun, Utsman dua puluh tahun, Ali ketika umurnya kurang dari sepuluh tahun, Sa'ad bin Abi Waqqas tujuh belas tahun, Syuhaib sembilan belas tahun, Zaid bin Haritsah dua puluh tahun, Abu Ubaidah bin Jarrah dua puluh tujuh tahun, Abdurrahman bin 'Auf tiga puluh tahun, Mu'adz bin Jabal meninggal ketika umurnya 33 tahun, Fatimah meninggal ketika umurnya 29 tahun. bahkan dalam sebagian kitab sejarah dikatakan : Nama-nama sahabat yang masuk islam dalam kurun pertama islam berkembang tidak didapati kecuali sedikit orang yang umur mereka melebihi umur Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, dan kebanyakan umur mereka lebih muda dari Rasulullah shalallahu'alahi wasallam. ( Abu A'la Al-Maududi)

Dalam Islam, umur yang dikenai kewajiban adalah umur taklif, dan umur itu adalah umur pemuda ketika sudah mimpi basah, dari itu kita mengetahui bagaiman Islam sangat memperdulikan pemuda.

2. Karena saya pemuda maka apa yang diinginkan pemuda maka sayapun menginginkannya, membuatku bahagia apa yang membuatnya bahagia, membahayakanku apa yang membahayakan mereka, setiap rumah pasti di dalamnya ada pemuda, dan apa yang terjadi di dunia nyata adalah banyaknya fitnah dan cobaan yang melanda pemuda, dimulai dari peradaban barat yang menghalalkan pergaulan bebas perempuan dan laki-laki, fashion yang mengundang syahwat dll,

3. Masa muda adalah masa keemasan dan masa pertengahan, dan pertengahan dalam setiap sesuatu adalah sebaik-baiknya, maka anak kecil akan melihat seperti apa pemuda dan menatap kedepan, sedangkan orang tua/sepuh melihat kebelakang ketika ia masih muda, dan ia menyesali masa mudanya.

4. Pemuda adalah tabungan  Negara dan harapan dalam perbaikan dan perkembangan negara.

    Sekarang ini zaman globalisasi. Remaja harus diselamatkan dari dampak buruk globalisasi, karena daram era globalisasi ini hampir segalanya bebas sehinggga banyak budaya asing yang masuk padahal tidak cocok dengan budaya kita, sebagai contoh budaya free sex (seks bebas). Pada saat ini kebebasan bergaul sudah sangat memprihatinkan, para remaja sudah sangat bebas bergaul dengan lain jenis, tidak aneh lagi bahkan ditemukan remaja yang saling berangkulan mesra di tempat umum tanpa memperdulikan lingkungan sekitar. Para remaja sudah mengenal pacaran sejak kecil, pengertian pacaran zaman sekarang berbeda dengan mpengertian zaman dulu, sekarang pacaran dianggap gengsi yang membanggakan, akibat pacaran ini banyak anak yang lahir di luar nikah, aborsi dan akibat pergaulan bebas lainnya.

    Tinggginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) pada kelompok umur remaja salah satu penyebabnya adalah pergaulan bebas. Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia menunjukan 10-30% remaja yang belum nikah sudah pernah melakukan hubungan seksual. Semakin memprihatinkan jumlah penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa cukup banyak permasalahan pergaulan dan kesehatan reproduksi pada golongan umur remaja, maka sangat diperkukan sebuah lembaga atau semodel pusat informasi dan konsultasi masalah remaja melalui pendidik (konselor) dan pelatihan semisal seminar, pusat informasi dan konsultasi remaja  menjadi model pemberdayaan remaja yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peran serta masyarakat untuk meminimalisir bahaya dari pergaulan bebas dan masalah negatif pengaruh budaya barat yang masuk ke dalam budaya kita.

    Ancaman pola seks bebas remaja secara umum baik di hotel atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin besar, pakar seks juga spesialis obstetric dan ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat, dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Kisaran angka tersebut kata Boyke dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu, dan Banjarmasin.   Jika kaum intelek kita terkontaminasi dengan apa yang disebut “kebobrokan moral” maka nasib bangsa bisa porak poranda.

by: Hamdan el-Anwari
Damaskus 2012

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Sabtu, 21 Juli 2012

Pedang Damaskus


Teknik pembuatan Pedang Damascus termasuk salah satu pengetahuan Islam yang hilang, umat islam zaman dulu sudah menguasai teknologi nano , damascus sword ia lebih tajam dari katana Jepang, Keris Indonesia dan pedang viking di Eropa, Pedang ini mampu membelah sutera yg dijatuhkan ke atasnya, juga mampu membelah pedang lain atau batu tanpa mengalami kerusakan sama sekali. Beberapa ahli metalurgi modern mengaku berhasil membuat baja yg sangat mirip dengan baja Damascus, namun tetap belum berhasil meniru 100%.

Saat Perang Salib, pasukan Eropa dikejutkan oleh pedang yg dimiliki oleh pasukan Arab dan Persia yang dipimpin oleh Salahuddin Alayyubi. Pedang mereka dengan mudah menembus baju zirah pasukan crusader, bahkan mampu membelah tameng.

Ini membuktikan bahwa kemenangan islam bukan hanya dengan berdiam diri dan hanya berdoa saja. namun kemenangan itu diraih dengan inovasi dalam ilmu pengetahuan , dengan keimanan yang kuat disertai dengan kekuatan rohani dengan kecintaan pada Allah, Rasulullah dan kerinduan akan kejayaan Islam.


BACA SELENGKAPNYA>>>>

Sabtu, 07 Juli 2012

Indah Pada Waktunya


Setiap moment ada waktu yang tepat dan terindah, keindahan akan datang pada masanya, seseorang yang sedang berikhtiar mencari jodoh misalnya ia perlu kesabaran dalam menjalani ikhtiar tersebut dengan tidak melanggar batas syariat islam, semisal dengan pacaran, berkholwat/berdua-duaan, ciuman, bahkan sampai hubungan badan yang semua itu sangat terlarang dan berbahaya bagi kehidupan seseorang sekaligus dosa yang sangat besar, dosa yang kecilpun semisal saling pandang-memandang akan menjadi besar jika dilakukan dengan terus menerus, laa soghirota ma'al isroor (bukan dosa yang kecil jika dilakukan dengan terus menerus).

Jika sebelum menikah sudah umbar nafsu dan kata-kata cinta, maka nantinya kesucian dan keindahan cinta dan kemesraan ketika sudah menikah akan menipis dan berkurang, kata i love u seakan adalah hal yang hambar, wajar dan biasa saja jika sebelum menikah sudah mengobralnya tanpa pembuktian dan ketulusan, padahal kata i love u itu sangatlah sakral, ia akan keluar jika telah mendapatkan ketetapan hati untuk mencintai dan melindunginya, memberikan ruang supaya ia berkembang lebih baik, ia dibuktikan dengan jalan menikahinya bukan hanya dengan pacaran. saya analogikan seperti lampu batrai yang digunakan hansip untuk meneranginya di malam hari ketika keliling kampung untuk menjaga keamanan, namun ia justru menyalakannya semenjak siang, jelaslah pada malam hari lampu itu sinarnya redup, seperti itu pula seorang lelaki semenjak sebelum nikah sudah mengobral nafsu dan 'jajan sembarangan' maka setelah nikah kekuatannya akan menipis dan bahkan kendor.

Dalam islam ada yang disebut ta'aruf, ia adalah jalan yang ditempuh untuk melanjutkan ke arah pernikahan, namun dalam hal ini ada norma batasan-batasannya, bukan seperti pacaran yang tidak mengenal batasan dan norma.

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Metode Pencarian Kebenaran Ilmiah

Kaidah Luhur yang digunakan oleh Umat Islam dalam Meneliti Keilmiahan dan kebenarannya (yang tidak ada pada orang-orang barat) !

Kaidahnya adalah "Jika engkau menukil maka haruslah benar (sihah), dan jika mendakwakan maka harus dengan dalil"

pertama: jika menukil maka haruslah benar (shohih) !

karangan/desertasi/karya ilmiyah selalu bersumber dari informasi (khobar) yang dinukil atau dakwaan yang dituturkan, adapun informasi maka ia perlu mendapatkan kepastian bahwa berita tersebut memang benar bersumber dari asalnya, jika tidak ada lagi keraguan dan kemungkinan bahwa ia bukan bersumber dari asalnya maka berita tersebut adalah kebenaran ilmiah.
Kaidah yg digunakan untuk mendapatkan kepastian kebenaran berita/informasi tersebut umat islam menggunakan 3 kaidah penting:

¤ Mustholah hadits (meneliti hadits), apakah sanadnya bersambung dari asal hadits sampai rowi (pembawa berita) terakhir, apakah rowi tersebut adil, dhobit (kuat hapalan) apa tidak dan sebagainya, apakah dalam sanad dan matan ada cacat atau tidak dll.

¤ Jarh watta'diil (kaidah untuk mengetahui apakah pembawa berita itu dipercaya atau tidak), ini sangat penting untuk memastikan bahwa rowi tersebut adalah org yg terpercaya dan bisa diambil informasinya.

¤ tarojimurrijaal (riwayat hidup pembawa berita), dari mulai namanya, sejarah hidupnya, perjalanan hidupnya, siapa syekhnya dll,

semua itu adalah timbangan untuk mendapatkan kepastian atas benarnya (shoheh) berita.

kedua : Jika mendakwa maka harus ada dalil !

Ini adalah kaidah yang sangat penting, karena pencarian kebenaran membutuhkan dalil-dalil ilmiyah yang sesuai dengan dakwaannya, dan untuk membuktikan kebenaran dakwaan tersebut. Setiap dakwaan harus ada keterangan ilmiyah dan argumen yang sesuai dengan dakwaannya

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Be Yourself

Be yourself ! Jadilah dirimu sendiri ! Kata yang sering kita dengar dari motivator dan pemuda pemudi yang mempunyai semangat berapi-api dan membara. Sebuah perkataan yang bisa benar dan bisa juga salah, setiap person, pribadi mempunyai tabiat, watak, karakteristik yang unik dan memiliki kelebihan masing-masing, setiap orang bebas mengekspresikan dirinya seperti apapun yang ia inginkan, dan seperti itulah inti dari be yourself, menjadikan diri sendiri dengan ciri khas tersendiri tanpa ikut-ikutan dan menjiplak karakter orang lain, ketika ia menjadi diri mereka sendiri ia lebih bebas dan leluasa menjalani hari-harinya.

Hal yang perlu digaris bawahi bahwasannya manusia itu diberi oleh Allah dua jalan yaitu kebaikan dan kebuurukan, nafsu dan akal fikiran, tabiat buruk dan tabiat baik, condong ke kebaikan dan condong ke keburukan, semua manusia memiliki hal ini dan ketika be yourself ini salah digunakan maka bahayanya ia menjadi dirinya yang buruk, dan itu sangat mungkin terjadi, sepertinya kata be yourself itu perlu di tambah dengan kata right, jadi ' be your rightself' jadilah dirimu yang baik, 

semoga....

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Sholat Berjama'ah di Masjid

Anda seorang laki-laki ? Kalau benar maka Mari sholat berjama'ah di masjid, saya sangat takjub dan kagum dengan seorang lelaki paruh baya yang selalu datang berjamaah sholat fardhu di masjid, meski keadaan ia sangat terbatas, ia tidak seperti kita yang mempunyai mata yang sehat dan bisa digunakan dengan normal, ia tidak memilikinya, ia tunanetra. Kekurangan itu tidak membuatnya murung dan mengasingkan diri tapi sebaliknya ia selalu berjamaah bahkan senyumannya sekali-kali terlihat yang membuat hati saya sedikit miris dan terharu, so touching...

shalat jama'ah itu hukumnya wajib kifayah bahkan dalam madzhab hambali sholat berjamaah bagi laki-laki itu fardhu 'ain artinya setiap orang yang tidak melaksanakannya maka ia berdosa dengan dalil bahwa dulu nabi memerintahkan setiap rumah yang di dalamnya ada lelaki yang tidak pada berjamaah sehingga masjid kosong untuk dibakar.

Dalam madzhab syafi'i shalat jama'ah itu fardhu kifayah yang artinya jika tidak ada sama sekali maka semua penduduk itu berdosa namun jika ada sebagian yang melaksanakan maka dosa itu gugur, wajib bagi laki-laki yang mukim alias tidak dalam safar, sedangkan untuk wanita dan musafir hukumnya sunnah, sedangkan jama'ah dalam sholat jum'at hukumnya fardhu 'ain.

Boleh kita tidak berjamaah kalau ada udzur atau halangan, diantaranya hujan lebat atau salju yang membuat pakean basah kuyup, lumpur, angin malam, panas atau dingin yang ekstrim, adanya takut yang mengancam nyawa atau harta, sakit, ada kerabat yang meninggal atau taman dekat yang pergi, atau makan yang berbau tidak sedap, dan sebagainya....

Muslim yang keren sholat berjamaah di mesjid dong :)

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Dakwah dengan Akhlak

Ada rasa bahagia menyelimuti hati ketika melihat perkembangan umat islam di Eropa dan Amerika begitu pesat begitu banyak kalangan berpendidikan yang masuk islam setelah mempelajari kemuliaan islam dan akhlak mulia yang diajarkan dalam islam, selain itu beberapa kasus bahkan banyak seseorang yang dulunya kafir kemudian bisa masuk islam karena akhlaq yang mulia, dengan senyuman, saling berbagi sesama tetangga walaupun tetangga itu memusuhinya, dengan melihat anak2 muslim yang begitu hormat kepada orang tua, melihat perempuan-perempuan muslimah yang terjaga dan berakhlak mulia, mereka yang dulunya benci dengan islam bahkan memusuhinya bisa menjadi muslim dengan dakwah bil hal (dengan prilaku) tersebut.

Dakwah tidak harus dengan kekerasan apalagi sampai bom-boman, lihatlah dan teladanilah Rasulullah, bagaimana ia begitu santun bahkan kepada orang yahudi dan nasrani sekalipun selama mereka tidak memusuhi, tahukah anda hadits tentang bagaimana Rasulullah selalu memberi makan seorang yahudi buta yang selalu mengejek Nabi, orang yahudi tersebut tidak tahu siapa yang memberi makan setiap hari tersebut sampai suatu saat Rasulullah sakit kemudian ada seorang sahabat yang memberi tahu kepada org yahudi tersebut bahwa ialah Rasulullah, pada saat itulah ia langsung beriman dan menangis serta menyesali perbuatannya. Pernahkan anda mendengar bahwa dulu Nabi pernah diusir dari thoif bahkan dilempari batu oleh pendudukanya kemudian malaikat jibril menawarkan opsi untuk menghancurkan penduduk itu dengan gunung, namun Rasulullah tidak berdoa untuk kehancurannya, namun beliau berdoa 'ampunilah mereka karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui, boleh jadi dari keturunan mereka akan muncul generasi muslim yang sholeh'.

Islam itu rohmatan lil'alamin..

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Ayat Mutasyabihat

Ayat mutasyabihat dalam Al-Quran adalah ayat yang secara dzohir makna dan arti lafadznya bertentangan dengan ayat muhkam yang qot'i dan yakin. juga makna dari ayat itu memungkinkan kepada makna yang banyak seperti (contoh) ayat ''yadullaahi fauqo aydiihim'' (al-fath:10) ''bal yadaahu mabsuthotaani yunfiqu kaifa yasyaa'' (Al-maidah : 64) ''arrohmaanu 'alal'arsyistawaa'' (Thoha : 5) "walitusna'a 'ala 'ainii" (Thoha : 39), "washbir lihukmi robbika fainnaka bia'yuninaa" (Atthur: 47)

coba lihat secara bahasa artinya yad = 1 tangan, yadaan = 2 tangan, istawa = duduk, 'ain=mata, a'yun = mata yang banyak, secara dzohir ayat tersebut bertentangan dengan ayat lain dan juga dengan ayat muhkam yang bermakna jelas dan tidak ada kemungkinan lain seperti ''laisa kamitslihi syaiun'', "walam yakullahu kufuwan ahad" yang menerangkan bahwa Allah itu tidak ada yang menyerupai-Nya, tidak ada yang serupa dengan-Nya.

Para ulama telah bersepakat bahwa Allah terlepas dan suci dari apa yang ditunjukan menurut dzohir nash Al-Quran tersebut yang menafikan kesempurnaan Allah dan ketuhanan-Nya, namun para ulama berbeda pendapat dalam masalah penempatan dalam nash mutasyabihat ke 2 golongan utama :

1. Madzhab salaf
tidak menyelami ayat tersebut ke takwil atau tafsir terperinci (tafshili) apapun, dan cukup menetapkan (itsbat) apa yang telah ditetapkan Allah untuk dzat-Nya dan mensucikan Allah dari segala kekurangan dan penyerupaan terhadap makhluk , jalan yang diambil adalah takwil ijmali (global) terhadap teks, dan menyerahkan ilmu detail dan maksudnya kepada ilmu Allah 'azza wajalla (tafwidh).

Adapun membiarkan nash tersebut secara dzohir tanpa takwil ijmali atau tafhsili maka tidak pernah ditempuh oleh salaf maupun kholaf, jika dibiarkan seperti itu maka akan ada banyak makna yang bertentangan dalam sifat ini, seperti 'ain (mata) dalam satu ayat dalam bentuk tunggal (lihat Thoha 39), dan di ayat lain dalam bentuk jamak (lihat atthur: 48), juga ayat tentang Allah istiwa di 'ars (Thoha : 5) dengan ayat tentang Allah lebih dekat dari urat leher ( Qof : 16), jika dibiarkan secara dzohir maka akan ada pertentangan yang nyata dalam Al-Quran.

Adapun jika anda mensucikan Allah dari penyerupaan terhadap Makhluk yang menempati tempat, mempunyai anggota badan, bentuk dan gambaran, kemudian menetapkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk Dzatnya yang pantas dan sesuai dengan kemuliaan-Nya, dengan menyerahkan rincian dan detail maknanya serta maksudnya dari nash2 tersebut kepada Allah (tafwidh), anda selamat dari pertentangan dalam memahami ayat Quran dari sangkaan. Dan inilah jalan yang ditempuh oleh salaf rahimahumullah.

2. Madzhab kholaf
madzhab yang datang setelahnya, takwil nash-nash tersebut sejalan dan disesuaikan dengan nash yang muhkam yang menyucikan Allah dari arah, tempat dan anggota badan. Mereka mentakwil ayat istiwa dengan "tasalluthilquwwah wassulthon" ia merupakan makna yang telah tetap dr segi bahasa dan sesuai, menafsirkan "yad" dengan "quwwah atau karom" menafsirkan "ain" dengan "'inayah warri'aayah' dan lain sebagainya.

Madzhab salaf pada masanya adalah yang paling utama dan paling selamat dan sesuai dengan fitrah iman yang tertancap di akal dan hati, dan madzhab kholaf pada masanya adalah sebuah jalan yang tidak bisa dihindarkan karena pada saat itu banyaknya aliran pemikiran (filsafat, mantiq dll) dan diskusi ilmiyah, dan disebabkan pula oleh jelasnya bahwa bahasa arab adalah bahasa yang dipenuhi dengan kaidah majaz, tasybih (penyerupaan) dan isti'aroh (peminjaman makna).

Yang terpenting dalam masalah ini adalah kita mengetahui bahwa dari kedua manhaj tersebut bertujuan ke arah yang satu, yaitu bahwa tidak ada yang menyerupai Allah 'azza wajalla, dan Allah bersih dan suci dari segala sifat kurang, adapun perbedaan (ikhtilaf) antara kedua madzhab tersebut adalah dalam masalah perbedaan lafdhi dan syakli (bentuk) saja.

Namun secara menyeluruh ada 5 jenis cara dalam menyikapi ayat mutasyabihat,
1. Tafwidh muthlak (menyerahkan makna dan maksudnya kepada Allah)
2. Takwil ( menggeser makna dzohirnya ke makna yang sesuai dengan dalil syara dan bahasa)
3. Itsbat wattanziih ( menetapkan dan mensucikan Allah dari penyerupaan dan kekurangan)
4. Ta'thiil ( menggeser makna dzohirnya tanpa ada dalil seperti muktazilah yang mengingkari melihat Allah di akhirat)
5. Tajsiim, tasybih ( menyerupakan Allah dengan makhluk seperti Allah punya tangan dan mata seperti kita dll)

(sedikit kutipan dari bab tentang mensucikan Allah dari segala sifat yg bertentangan dengan sifat wajib dan dari segala kekurangan, Dr. Buthi)

BACA SELENGKAPNYA>>>>