Selasa, 24 April 2012

Seruan Islam Untuk Menikah

Seruan Islam Untuk Menikah


Islam, sebagaimana menurut para alim ulama terdiri dari Akidah, Syari’at dan Akhlaq. Dalam agama kita ketiga perkara ini dibahas dalam tatanan syara’.
1. Pembahasan akidah : tentang ketauhidan Allah, kekuasaan Allah, Keagungan sifat-sifat Allah, Kenabian Sayyidina Muhammad sholallohualaihi wasallam, hari akhir, qodho, qodar, dan sebagainya, semua ini masuk dalam perkara akidah.
2. Pembahasan akhlaq : kejujuran, amanah, menepati janji, berbuat baik kepada sesama, dan akhlak terpuji lainya yang banyak.
3. Pembahasan syari’at : pembahasan sangat luas dan diantara pembahasan yg penting dan luas adalah :

(Hukum-Hukum dalam Rumah Tangga)
Dimulai dari permulaan sebelum menikah kemudian berlangsung pernikahan diakhiri dengan wafat salah satu pasangan atau putusnya akad nikah disebabkan talak atau sebagainya.

Pelajaran kali ini adalah tentang (seruan Islam untuk menikah)


Islam menyeru kepada pernikahan setidaknya melalui empat perkara :
1- Di dalam Al-quran terdapat 146 ayat yang berhubungan dengan masalah nikah, rumah tangga. Hal ini menunjuka betapa pentingnya masalah ini. Ada 146 ayat yang bercerita tentang masalah rumah tangga, pernikahan, ibu, bapak, anak-anak, nafkah, menusui dan sebaginya, tidak diragukan lagi bahwa masalah ini sangat penting.

Seperempat Fiqh menceritakan tentang Hukum-hukum rumah tangga, kitab-kitab fiqh dipenuhi masalah ini, tentang bab mengkhitbah, menikah, hak-hak suami istri, hak anak, hukum melepas ikatan pernikahan, hukum-hukum tentang harta nafakah dll.

Dan Nabi sholallahualaihiwasallam pun banyak sekali bersabda tentang bahasan ini, dengan berlimpah ruahnya dalil-dalil maka itu cukup untuk membutikan betapa pentingnya masalah ini.

2 – Islam menyeru kepada Pernikahan dengan Pahala yang besar untuk pasangan suami istri.

Akan kami uraikan sebagian amal yang pahalanya khusus disediakan bagi orang yang sudah menikah, yang berarti bahwa pemuda dan pemudi yang masih single alias perjaka dan perawan belum bias mendaptkan pahala tersebut. Oleh karena itu ketika anda menghadapi kesulitan dalam rumah tangga maka hendaknya ia berusaha dan berjuang dengan kesungguhan karena di depannya ada pahala yang begitu besar.

Pahala tersebut mencakup 6 perkara penting:

1. Pahala infaq

Infaq yang dikeluarkan kepada istri dan anak-anak, karena infaq yang paling utama adalah infaq kepada keluarga, istri dan anak-anak.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
افضل دينار ينفقه الرجل دينار ينفقه على عياله ودينار ينفقه الرجل على دابته في سبيل الله ودينار ينفقه على اصحابه في سبيل الله
]مسلم[

Seutama-utama dinar yang diinfakan oleh seorang laki-laki adalah dinar yang diinfakan kepada keluarganya, kemudian dinar yang diinfakan untuk kendaraannya di jalan Allah, kemudian dinar yang diinfakan kepada shabat-sahabatnya di jalan Allah. (HR. Muslim)

Maka nilai dari harta yang anda nafkahkan kepada istrimu, anak-anakmu adalah lebih besar daripada nilai harta yang diinfakan untuk jihad di jalan Allah, dan pahala ini tidak bisa didapatkan kecuali oleh orang yang sudah menikah.

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
(( إذا أنفق المسلم نفقةً على أهله، وهو يحتسبها، كانت له صدقة )) [الترمذي]

Jika seorang muslim menginfakan nafakah kepada keluarganya, dan iapun menganggapnya (sebagai nafakah) maka nafakah itu adalah sedekah. (HR. Tirmidzi)

Sekrang saudaraku jika anda adalah seorang suami, dan anda mendalami makna ini di hatimu, dan anda menafkahi istri dan anak-anakmu, maka anda akan mendapatkan pahala-pahala ini, oleh karena itu janganlah terbesit sedikitpun dihatimu untuk memutuskan akad pernikahan, yang Allah namakan ikatan yang kuat (Mitsaqon gholidho), dalam setiap kondisi istri seperti apapun.
Istripun jika ia mendalami makna ini maka selamanya tidak akan terbesit di hati untuk terus menuntut ke suami, kami berlindung kepada Allah dari talak, karena ia menghalangi dan membatasi derajat pernikahan disisi Allah dan tempat yang mulia di akhirat.


2. pahala mengikuti sunnah Nabi Sholallahu’alaihi wasallam

فعن أنس بن مالك قال :" جاء ثلاثة رهط إلى بيوت أزواج النبي صلى الله عليه وسلم يسألون عن عبادة النبي صلى الله عليه وسلم فلما أخبروا كأنهم تقالّوها فقالوا وأين نحن من النبي صلى الله عليه وسلم قد غفر الله له ما تقدم من ذنبه وما تأخر.

قال أحدهم: أما أنا فإني أصلي الليل أبدا؛ وقال آخر: أنا أصوم الدهر ولا أفطر؛ وقال آخر: أنا أعتزل النساء فلا أتزوج أبدا. فجاء رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: ((أنتم الذين قلتم كذا وكذا،أما والله إني لأخشاكم لله وأتقاكم له لكني أصوم وأفطر، وأصلي وأرقد، وأتزوج النساء، فمن رغب عن سنتي فليس مني ))
 [البخاري


Dari Anas bin Malik ra. Ia berkata : Tiga orang mendatangi kediaman istri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Mereka ingin menanyakan tentang ibadah beliau. Setelah diberitahu, mereka menganggap remeh ibadah tersebut. Mereka mengatakan, "Di mana posisi kita dibandingkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam? Beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang?". Salah seorang di antara mereka mengatakan, "Aku bertekad akan melakukan shalat selamanya". Seorang yang lain menyahut, "Aku akan berpuasa selamanya tanpa berbuka". Seorang lainnya menyambung, "Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya".
Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang, "Apakah kalian yang mengatakan demikian dan demikian? Adapun aku, demi Allah, aku adalah manusia yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa. Akan tetapi aku sholat dan tidur, berpuasa dan berbuka. Aku menikahi wanita. Barangsiapa membenci sunnahku maka dia bukan termasuk di antara ummatku". (HR. Bukhari)

Maka pemuda yang susah untuk menikah dan terus membujang, pemuda ini menyelisihi sunnah Nabi sholallahu’alaihi wasallam, ketika ada pemuda yang terus berusaha dan berjuang untuk bisa menikah maka pemuda ini sedang menuju untuk mengikuti sunah Nabi sholallahu’alaihiwasallam dan sedang berada di jalan hidup yang ditempuh oleh Nabi. Pemuda yang memelihara keluarga, pemuda seperti inilah yang mengikuti Rasul sholallahu’alaihiwasallam dalam perbuatan, maka baginya pahala yang besar mengikuti sunnah Rasulullah sholallhualaihi wasallam.

3. Menolong istri untuk taat kepada Allah

Pemuda yang belum menikah mungkin bisa membantu temannya untuk taat kepada Allah, mungkin menolong saudaranya atau tetangganya untuk taat kepada Allah, tetapi ia tidak bias menolong istrinya untuk taat kepada Allah, jika ia sudah menikah maka ia bisa mendapatkan keutamaan ini. Oleh karena itu islam sangat mencintai dan memotivasi untuk menikah.

عن أبي هريرة قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

(( رحم الله رجلا قام من الليل فصلى وأيقظ امرأته فإن أبت، نضح في وجهها الماء، و رحم الله امرأة قامت من الليل فصلت وأيقظت زوجها فإن أبى نضحت في وجهه الماء)) [مستدرك الحاكم] هذا حديث صحيح على شرط مسلم ولم يخرجاه.


Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Allah merahmati (bermakna doa semoga Allah merahmati) seorang suami yang bangun di malam hari lalu shalat dan ia membangunkan istrinya kemudian istrinya shalat. Bila menolak maka ia perciki wajah istrinya dengan air. Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu shalat dan ia membangunkan suaminya kemudian shalat. Bila suaminya menolak ia perciki wajahnya dengan air.“ ( HR Ahmad, Abu Daud, al-Nasa’i, dan Ibnu Majah dan Mustadrok imam Hakim) hadits shoheh menurut syarat Muslim.

Anda dengan barokah menolong istri untuk taat kepada Allah, maka anda mendapatkan doa dari Nabi tentang rahmat yang telah dijanjikan Allah. Sering kita berusaha dan meminta didoakan oleh saudara kita. Bagaimana keadaan kita jika yang mendoakan adalah Nabi Sholallahualaihi wasalam, wahai pasangan suami istri.

4. Pahala dalam mendidik Anak


Ulama yang besar tidak akan sanggup untuk mendapatkan pahala ini jika ia belum menikah dan mendapatkan anak. Salah satu ulama yang selalu menjaga sunnah Nabi sholallahualaihiwasallam pernah berkata: terlewat padaku satu sunnah dari sunah-sunnah Nabi sholallahualaihiwasallam, ada yg bertanya: apakah itu ? ia menjawab: dulu Rasulullah sholallahualaihiawasallam bermain-main dengan Hasan dan Husain, mereka berdua naik di punggungnya, adapun saya tidak diberi rizqi anak maka saya tidak bisa melaksanakan sunah itu.
((ِمن ابْتُلِيَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ، فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ، كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّار))

“Barangsiapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan, kemudian ia berbuat baik pada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR. Bukhari no. 1418, dan Muslim no. 2629)

عن أبي سعيد الخدري قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

(( ثم من عال ثلاث بنات فأدبهن وزوجهن وأحسن إليهن فله الجنة ))[سنن أبي داوود]

Dari Abu Said alkhudri: Rasulullah sholallahualaihi wasallam bersabda: barang siapa ia mempunyai tiga anak perempuan kemudian ia mendidiknya menikahkannya dan berbuat baik kepadanya maka baginya surga. (sunan Abi Daud).

Kenapa setiap kita berusaha untuk terus berada di jalur syariat dan mengikutinya? Supaya bisa masuk surga dan terhalang dari neraka, maka ketika anda menikah dan mengasuh anak perempuanmu maka ia bisa menjadi penghalang dari api neraka.


5. Pahala atas kematian anak, ibu bapak masih hidup, atau salah satu diantara keduanya hidup.


قالت النساء للنبي صلى الله عليه وسلم: غلبنا عليك الرجال، فاجعل لنا يوماً من نفسك، قال: فوعدهن يوماً فوعظهن وأمرهن وكان من جملة ما قال:
((ما من امرأة تقدم ثلاثة من ولدها إلا كان لها حجاباً من النار، قالت امرأة واثنتين قال: واثنتين))[البخاري]

Para wanita berkata kepada Nabi: para lelaki telah mengalahkan kami untuk bisa bersamamu, mohon jadikanlah satu hari untuk kami, maka Nabipun berjanji satu hari dan menasihati dan memerintahkan mereka, dintara sejumlah sabda beliau : "Tidaklah ada di antara kalian wahai wanita yang meninggal dunia tiga orang anaknya, kecuali (anak-anak tersebut) menjadi Penghalangnya dari api neraka." Lalu seorang wanita berkata, "Bagaimana kalau dua anak (yang meninggal)?" Nabi bersabda "Demikian juga dua”. ( HR Bukhari)

Pahala ini tidak akan didapatkan kecuali oleh lelaki atau perempuan yang telah menikah.

6. Pahala khusus untuk istri yang taat kepada suami

Allah subhanahu wata’ala menjadikan perputaran ekonomi rumah tangga muslim di tangan laki-laki sebgai kemuliaan baginya, dan perempuan sebgai pelaksana/pengatur ekonomi, dan muslim adalah pelaksana perintah Allah, oleh karena itu kehidupan suami istri dan kekeluargaan akan terus berlangsung. Wanita yang taat kepada suaminya akan mendapatkan pahala yang besar.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

((أيما امرأة ماتت وزوجها عنها راض دخلت الجنة)) [الترمذي]

Perempuan manapun yang meninggal, sedangkan suaminya ridho kepadanya maka ia akan masuk surga. (HR Tirmidzi)

وقال صلى الله عليه وسلم:
((إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها، وحفظت فرجها، وأطاعت زوجها، دخلت جنة ربها)) [البزار و أحمد.]

Jika wanita sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, taat kepada suaminya pasti akan masuk surga Rab-nya. (HR Bazzar dan Ahmad)


3. Diantara seruan islam untuk menikah : orang yang menempuh jalan untuk memenuhi kebutuhannya (biologis) dengan jalan selain menikah, maka ia akan dihukum dan had berlaku kepadanya.

Yang dimaksud ketika saya menghukum orang yang berbohong, maka yang dimaksud adalah sesungguhnya saya memilih orang-orang yang jujur, ketika saya menghukum guru yang malas-malasan di kelas, maka artinya saya hanya membutuhkan guru yang rajin. Maka dalam islam diwajibkan hukuman kepada orang yang berzina –kita berlindung kepada Allah darinya- dan kepada oran yang menyalurkan syahwatnya kepada wanita dengan cara selain cara menikah. Artinya islam sangat menyeru kepada pernikahan. jadi disni terjadi mafhum mukholafah, yaitu pemahaman terbalik, artinya jika islam mengharamkan zina maka sebaliknya islam sangat menganjurkan pernikahan.


4. Islam memberi kabar gembira perihal pernikahan dengan peringanan mahar, dan mengajak masyarakat untuk membantu pemuda muslim yang meginginkan pernikahan.

Apa yang terjadi jika manusia tidak menikah?

Dalam sebuah penelitian di Paris, mereka mendapati bahwa sekelompok manusia di eropa tidak menikah sesuai peraturan, para pemuda menghindar dari pernikahan dan tidak ingin menikah, bagaimana maksudnya ini ? kemana mereka akan menyalurkan dorongan hasratnya? mereka menyalurkannya ke jalan yang salah, atau mereka melakukan penindasan, bunuh diri dan mengahiri hidupnya, setelah itu maka tidak akan ditemukan kelahiran generasi baru untuk Negara-negara itu, oleh karena itu rakyat akan habis, di Negara-negara eropa telah di gaungkan seruan untuk menikah, karena dalam penelitian 30 tahun kedepan di sebagian Negara eropa tidak akan ada sebuah Negara itu lagi, karena disana ada tanah, pabrik, mobil, pesawat, harta, namun disana tidak ada manusia, karena tidak adanya keluarga.

Oleh kerena itu mereka membuat organisasi (organisasi keluarga) untuk keberlangsungan keluarga, berkata salah satu organisasi : kami wajib memaksa dan menekan pemuda untuk menikah, sampai ia menikah (tekanan dan nikah paksaan).

Semua ini wahai saudaraku, bagaimana seruan dalam islam untuk menikah dan membantu pemuda yang ingin melangsungkan pernikahan, bagi yang menolong juga mendapatkan pahala seperti yang menikah, dalam pernikahan ada derajat yang tinggi dan kebaikan untuk kehidupan anda.

Sumber Ide : intisari dari tulisan guru kami Syaikh Dr. dr. Muhammad Khair Sya’al, yang berjudul da’watul-islam ilazzawaaj

Bagi para pemuda yang sudah siap dan mampu menikah maka ayo menikah !


Artikel Terkait :

0 comments:

Poskan Komentar