Friday, 9 December 2011

Wahhabi Memusuhi Orang Yang Beraqidah Asy'ariyyah ?

Di forum-forum offline maupun online, para penganut Wahabisme itu adalah kaum yang sangat benci dengan muslimin yang mengikuti aqidah Asy’ariyah. Mereka mengatakan Asy’ariyah itu sesat, tahukah anda bahwa imam-imam ulama yang punya nama besar semacam Ibnu Hajar Atsqolani, Imam Nawawi, Imam Baihaqy adalah para penganut Aqidah Asy’ariyah yang notabene adalah kaum Ahlussunnah Wal Jamaah. Pertanyaannya, lalu kenapa Para Wahabiyyun itu sangat benci dengan kaum Asy’ariyyah dan menganggapnya sebagai musuh abadi? Lalu serta merta dengan itu kaum Wahabi membajak nama besar Ahlussunnah Wal Jamaah sebaga label baru Wahabi/Salafi? Untuk tahu jawabnya, mari kita simak pemaparan yang disertai pertanyaan-pertanyaan kritis dari seseorang yang menamakan dirinya dengan nama pena “Qultu Man Ana” berikut ini…..

=======================

Salafi menganggap Para Ulama yang Mengikuti Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dalam Masalah Aqidah Adalah Musuh Abadi.

Bahkan seorang tokoh salafi bernama Zainal Abidin, menukil sejumlah pendapat ulama termasuk Ibn Hazm (walaupun nukilan seperti ini harus diteliti lebih lanjut, sayang kitab-kitab yang disebutkan belum kami miliki -pent) yang berisi kritik, celaan dan ‘vonis’ kafir kepada para Ulama Pengikut Imam Abul Hasan Asy-Asy’ari dalam masalah aqidah atau lebih dikenal dengan Asy’ariyah (Lihat majalah As-Sunnah hal. 38 edisi khususVIII1425 H2004 M).

Padahal hampir seluruh ulama yg namanya dtulis dengan “tinta emas”dalam sejarah Islam dan menjadi pelita umat sepanjang umur umat Islam dengan ilmu yang mereka miliki adalah mengikuti Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dalam masalah aqidah.

Hal ini bisa kita lihat nama-nama besar seperti: Imam Abu Hasan Al-Bahilii,Imam Abu ishaq Al-Isfarainii, Al-Hafidz Abu Nu’aim AL-Asbahani, Qadhi Abdul Wahab Al-Maliki. Imam Abu Muhammad Al-Juwaini, dan outranya Abu Ma’alii Imam haramain AL-Juwaini, Abu Manshur At-Tamimi Al-Baghdadi, Al- Hafidz Al-Isma’ili, Al-Hafidz Al-Baihaqi, AL-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz AL-Khatib AL-Baghdadi, Imam Abul Qosim AL-Qusyairi,dan putranya Abu Nashr,Imam Abu Ishaq Asy- Syairazi, Nasr Al-Maqdisi, Al-Farawi, Imam Abul Wafa’ ibn Uqil Al-Hambali, Qadhi Qudhat Ad-Damaghani Al-Hanafi, Abul Walid Al-baji Al-Malik, Imam Ass-Sayid Ahmad Ar-Rifa’I,Al-Hafidz Abul Qasim Ibn Asakir, Ibn Sam’ani, Al- hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Imam Fakhrudin Ar-Razi, Imam Iz Ibn Abdis Salam, Abu Umar, Imam Ibn Hajib Al-Maliki, Al-Hafidz Ibn Daqiqil ied, Imam llaudin Al-Baji, Qadhi Qudhat As- Subki, Al-Hafidz Alaai, AL-Hafidz Zainudin AL-Iraqi,dan putranya Al-Hafidz Waliyudin, Khatimatul Hufadz Ibn Hajar Al-Asqolani, Khatimatul LughawiyinAl-hafidz murtadha Az-Zubaidi Al-Hanafi, Imam Zakariya AL-Anshori, Imam Bahaudin Ar-Ruwas, Mufti makah Ahmad Zaini Dahlan, Musnadul Hindi Waliyullah Ad-Dahlawi, Mufti Mesir Imam Muhammad Ulaisyi Al-Maliki, SyaikhAl-Jami’ Al-Azhar Abdullah Az-Zarqawi, Imam Abdul Fatih Fathullah mufti Beirut,Imam Abdul basist Al-fakhuri Mufti Beirut, Imam Mustafa Naja Mufti Beirut, Imam Abu Muhammad Al-Malaibari Al-Hindi, Qadhi Abu bakar Al-baqilani, AL-Hafidz IbnFaruk, Imam Al-Ghozali, Imam Abul fatah Asy-Syahrantani, Imam Abu Bakar Asy-Syasyi Al-Qofal,Abu Ali Ad-Diqaqi An-Naisaburi, Al-Hakim An- Naisaburi Sohibul Mustadrak, Imam Ibn Alan As-Shadiqi Asy-Syafi’I, Imam Abu Abdullah Muhammad As-Sanusi dll. Semua pemilik nama-nama besar di atas adalah para pengikutImam Abul Hasan Al-Asy’ari dalam aqidahnya, yang para ulama menyebut aqidah Asy’ariyah dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Kalau menurut kalian Wahabiyyun bahwa Al-Hafidz Ibnul Jauzi, Imam Ibn Hibban, Al-Hafidz Ibn Rajab Al-Hambali, Al-Hafidz Al-Isma’ili, Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al- Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi,Al-Hafidz Alaai, Al Hafidz Zainudin Al-Iraqi, dan putranya Al-Hafidz Waliyudin, Khatimatul Hufadz Ibn Hajar Al-Asqolani dll, bukan termasul ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, maka siapakah yang kalian maksud dengan Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu?

Mungkin kalian akan mengatakan bahwa Albani, Utsaimin, Ibn Baz, Al-Jazairi, Al-Fauzan,Rabi Ibn Hadi dll dari kalangan ulama Neo Salafi adalah Ahli Hadis dan merekalah yg paling layak untuk menyandang gelar pewaris satu-satunya ahlus sunnah wal jama’ah !

Kami ingin bertanya apakah ada di antara ulama kalian seperti Albani, Utsaimin, Ibn Baz, Al-Jazairi, Al-fauzan, Rabi Ibn Hadi dll yang punya karya yang lebih baik dari kitab Fathul Bari-nya Ibn Hajar, atau kitab sunan-nya Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, atau karya-karya lain dari para Hufadz Hadis yang sebenarnya (bukan seperti yang sering diaku-aku oleh Salafi) seperti Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi dengan Syarh Shohih Muslim-nya, Al-Hafidz Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi dll !?

Tidak, sekali-kali tidak, karya-karya kalian dipenuhi dengan nukilan dari para Ulama ini !!! Entah bagaimana kualitas buku atau kitab yang ditulis oleh ulama- ulama kalian, jika tidak mengutip dari ucapan dan pendapat mereka dari kitab-kitab dan karya tulis mereka (yaitu para hufadz Ahli hadis ini) yang tidak terhitung nilainya itu?! Tapi bagaimana bisa kalian mengambil pendapat mereka dan mengklaim mereka berada di pihakmu, sementara itu kalian tidak memasukkan mereka dalam daftar Ulama Ahus Sunnah, bahkan kalian mencap mereka sesat dan menyimpang aqidahnya lalu menyamakan mereka dengan firqoh-firqoh sesat lainnya seperti mu’tazilah, jabariyah dll !?

Lalu yang lebih mengherankan lagi kalian masih berani mengklaim mengikuti manhaj para Ahli Hadis, sedangkan pada saat yang bersamaan kalian memvonis aqidah mereka adalah salah dan sesat’ (menurut anggapan kalian), bahkan kalian mengingatkan umat dari penyimpangan aqidah yg terdapat dalam kitab-kitab mereka ! Adakah orang yang akan percaya dengan ucapan sekelompok orang yang mengaku-aku mengikuti manhaj para imam ahli hadis dan ahlus sunnah tapi aqidahnya sesat atau kalian berkata : Manhaj kami diatas manhaj Para Ahli Hadis seperti Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz ‘Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi , tapi aqidah kami berbeda -kami memegangi aqidah yang shohih sedang mereka (para ahli hadis tsb) aqidahnya menyimpang dan sesat !?

Ajib Kulu Ajib hadzal qaul min rajol Al-Ghulat Al-Mudzabdzib As-Salafi (sungguh sangat mengherankan ucapan yang aneh yang berasal dari Al- Ghulat Al-Mudzabdzib As-Salafi ini) !!!

Seandainya para Ulama seperti Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi dll masih hidup, pastilah mereka akan melarang kalian untuk menggunakan karya mereka untuk menjadi bahan bagi tulisan dan kitab kalian. Kenapa, karena jelas kalian telah menganggap mereka sesat bahkan kafir !? Lalu mana ada seorang Ulama yang bersedia karyanya dinukil oleh orang atau kelompok yang telah mencemarkan nama baiknya dengan vonis sesat dan kafir !? Tapi yang aneh bahwa pendapat-pendapat para ahli hadis yang beraqidahkan asy’ariah ini seperti : Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Al-Hafidz Al- Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi dll khususnya dalam masalah aqidah, senatiasa kalian nukil didalam berbagai kitab dan makalah yang kalian buat !?

Kalau mau konsisten dengan pendapat kalian bahwa mereka telah menyimpang dan memasukkan sesuatu yang sesat dalam aqidah Islam, maka jangan lagi gunakan kitab dan karya mereka apalagi menukil pendapat mereka dalam masalah aqidah untuk mendukung pendapat kalian dalam masalah aqidah pula. Sungguh aneh !? Tapi ternyata hal itu tidak terjadi bahkan dalam majalah edisi khusus yang mereka tulis dalam masalah hadis, pertama kali mereka menunjukkan apa yang mereka anggap sesat dan menyimpang dari aqidah kaum asy’ariyah lalu diberilah vonis sesat bahkan kafir. Tapi yang aneh setelah itu pendapat-pendapat dari para Ulama Hadis Asy’ariyah seperti Al-Hafidz Ibn Hajar, Imam Nawawi, Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Iraqi, Ibn Shalah dll menjadi rujukan utama unutk memberi justifikasi dalam masalah aqidah versi mereka, bukankan ini sebuah keanehan yang menggelikan ?!

Lalu kalian berkata lagi: Ulama kan bukan hanya mereka! Tapi ingat bukankan Salafi telah mengadopsi pendapat sebagian Ulama’ yang menyatakan bahwa Ahlus sunnah wal jama’ah adalah
Ulama ahli hadis seperti perkataan Imam Ahmad yang mengatakan Kalau bukan ahli hadis, aku tidak tahu lagi siapa mereka ? dll! Biasanya kalian akan berkelit dengan mengatakan : Ulama Ahli Hadis-kan tidak terbatas pada mereka !!? Lalu apakah Al- Hafidz Al-Isma’ili, Al-Hafidz Al-Baihaqi, Al-Hafidz Al-Daruqutni, Al-Hafidz Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Hafidz As-Salafi, Qadhi Iyadh, Imam An-Nawawi, Al-Hafidz Alaai, Al-Hafidz Zainudin Al-Iraqi, dan putranya Al-Hafidz Waliyudin, Khatimatul Hufadz Ibn Hajar Al-Asqolani dll, bukan termasuk ahli hadis !?

Lalu siapa Ahli hadis yang kalian maksud ?! Lalu manhaj ahli hadis mana yang kalian ikuti !!? Kalau ternyata sebagian besar Para Hufadz Ahli Hadis berada dalam posisi yang berlawanan dengan posisi kalian !? Hendaknya ini menjadi bahan renungan bagi orang-orang mampu berpikir dengan jujur!

Artikel Terkait

Comments
11 Comments

11 comments:

Hanna Nur Izzati said...

Saya baca dari kemarin artikel anda bertemakan "wahabi". lantas Anda sendiri termasuk golongan apa? NU? MU? HTI? dll...

Dadan Hamdan Syukrillah said...

saya bukan golongan manapun, karena masih belum siap untuk masuk dalam organisasi tersebut, masih belajar...

Hanna Nur Izzati said...

oh begitu.. kalau masih belajar menurut saya tidak perlu lah "mencaci" golongan yg lain. saran saya sih mending ikut kajian mereka, jangan cuma sekali dua kali. sering diskusi sama orang yg memang paham tentang wahabi jangan cuma denger kata orang. saya berkomentar bukan apa-apa, saya juga masih belajar. maaf sebelumnya

Dadan Hamdan Syukrillah said...

jujur saja, saya sering dialog dengan teman salafi wahabi di fb maupoun forum2 diskusi lain di internet, namun hasilnya apa ? saya malah dicaci dan di blokir... kalau di group mereka jelas ane akan diblokir dan diserang habis2an oleh para pendukungnya.... padahal ini hanya sebagian dari bantahan, namun udah dianggap cacian ? dimana caciannya ?

Hanna Nur Izzati said...

kalo lewat dunia maya itu seringkali menipu, dialog lah secara langsung dengan niat baik. InsyaAllah diterima dengan baik kok, saya sendiri punya beberapa temen salafi dan mereka jauh dari apa yang orang-orang fikirkan tentang mereka. iya sih sedikit bantahan. tidak masalah tapi menurut saya akan jauh lebih bermanfaat jika membahas tentang aqidah islam. Jazakallah

Adiel said...

Maaf ustadz, klo lah benar asy'ariyah tersebut.. Maka bgmana dgn video ini http://www.youtube.com/watch?v=sE1KZoSfUto ??? Disini habib hasan as saqaf mengakui bhw asy 'ariyah berasal dari mu'tazilah, dan mengaku bahwa Imam Asyaari sendiri telah taubat dari aqidah yg ia canangkan...

Ditambah lagi sy ingin bertanya, dari sekian banyak nama2 ulama yg ustadz sebutkan diatas, wallahua'lam, adakah ulama yg lahir seblm Imam Asy'ari? Jika tidak ada, lalu aqidah para sahabat dan ulama yg lahir sblm Imam Asy'ari kita sebut apa dong? Apakah aqidahnya Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad, kita sebut jg aqidah Asy'ariyah? Mhn utk ditanggapi, Jazakallah khairan atas jawabannya...

Dadan Hamdan Syukrillah said...

memang beliau rohimahullah dulunya mu'tazilah dan setelah itu beliau taubat dab bahkan melawan aqidah mu'tazilah tersebut. aqidah imam Abu Al-Hasan As'ary itu sama dengan para salafusholeh, kenapa disebut asy'ariyyah ? karena beliau imam Abu Al-Hasan As'ary adalah seorang yang menulis dan merumuskan aqidah ahlussunnah secara menyeluruh, imam yang lain pun menulis namun setiap manusia ada kelebihan dan kekuranggannya dan juga spesifikasi keahliannya... coba baca link ini http://ummatipress.com/2011/11/02/akidah-asyariyyah-dalam-analisa-kritis-cara-menemukan-golongan-selamat/

السراج الوهاج said...

cocok sekali adik dadan ini dikenalkan dengan hasan assaqqof ini, yang katanya lagi ada di suriah ya, yang pertama untuk meredam fitnah, lihat syarh ibnu hajibnya assubki, alfarqu bainal firoqnya abdulqohir albaghdadi & Ahlussunnah dalam Lintasan Sejarah nya said aqil siradj, disitu dijelaskan bahwa pengikut imam ahmad dan pengikut imam asy'ari sama-sama ahlussunnah, sudah, terus diceritakan dalam sejarah bahwa imam asy'ari setelah bertobat kemudian menjadi pengikut ahlussunnah atau ahlulhadits, lantas ahlussunnah yang gimana ini, disebutkan oleh al-maqrizi dalam khuthoth-nya, imam haromain dalam al-irsyad, ibnu kholdun dalam muqoddimah, ibnu qodhi syuhbah dalam thobaqotusy syafi’iyyah, ibnu taimiyyah dalam majmu’ dan minhaj-nya, adz-dzahabi dalam siyar a’laminnubala’, ibnu katsir dalam al-bidayah wan nihayah dan thobaqotusy syafi’iyyah, al-yafi’i dalam mir’atuljinan, al-asqolani dalam lisanul mizan, muhibbuddin al-khothib dalam atta’liq ‘alal muntaqo min minhajul i’tidal dan lainnya, bahwa beliau mengikuti metode ibnu kullab, ini diakui di website salafytobat, mutiarazuhud maupun ummatipress, ibnu kullab sendiri dikatakan oleh al-asy'ari adalah seorang ahlussunnah tapi beda, bisa dilihat dalam lisanul mizan dan sesamanya apakah para ulama' menerima faham ibnu kullab ini, kemudian setelah beliau berdebat dengan al-barbahari akhirnya beliau berubah lagi yang akhirnya menjadi ahlussunnah secara sempurna, ini fakta, bisa dikaji melalui buku-bukunya yang banyak maupun tulisan para pengikutnya generasi awal seperti tulisan albaqilani, wallohu a'lam.

Muhammad Noor Ridho Aji said...

afwan, kalau boleh tau apa sih wahabi? apa sih asy'ariyah? jangan langsung mencaci seperti ini, nanti ndak takutnya menjadi fitnah agama. Bukankah bicara tanpa ilmu itu adalah perkara yang dilarang? karena setiap anggota badan kita akan menjadi sakdi besok di akhirat.
Dalilnya: QS. Al-Isra':36

Afwan, setahu saya Imam Abul Hasan Al-Asy'ari itu memang berpendapat dengan pendapat yang sekarang dianut oleh asy'ariyah, tapi 4 tahun sebelum beliau wafat beliau telah bertaubat dan kembali ke pemahaman yang benar setelah Abul Hasan sering berdialog dengan Imam Barbahari. Yang kemudian Imam Abul Hasan Al Asy'ari menulis buku yang berjudul AL-IBANAH AD-DIYANAH, silahkan coba cari buku tersebut, disitu Imam Abul Hasan menjelaskan secara detil tentang pemahaman beliau sebelum meninggal, akan tetapi hal ini belum banyak diketahui oleh pengikutnya. Silahkan kalau mau baca buku beliau

Dan jika kita lihat aqidah imam 4 madzhab juga mereka beraqidah yang sama yaitu beraqidah sesuai pemahaman Shahabat, Tabi'in, dan Tabiut Tabi'in
Aqidah Imam Abu Hanifah silahkan baca dalam Fiqhul Akbar
Aqidah Imam Malik juga sama
Aqidah Imam Syafi'i juga demikian
Aqidah Imam Ahmad bin Hanbal juga demikian
Bahkan Aqidah Imam yang banyak pengikutnya sebelum 4 imam madzhab semisal Imam Al-Auzai, Laits, Imam Hasan Al-Bashri, Imam Sufyan Ats-Tsauri juga beraqidah sama

Silahkan coba banyak baca dalam kitab I'tiqod Aimmah Al-Arba'ah, Aqidah Salaf Ashabul Hadist,

Bahkan secara tegas kesamaan aqidah antara Imam Hasan Al-Bashri, Sufyan Ats-Tsauri, Al-Auza'i, Laits, Malik, Syafi'i, dan Ahmad adalah sama yaitu Aqidah Salaf (Baca Tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan QS. Al-A'raf:54 atau QS. Asy-Syuraa:11)

Sedangkan mengenai, Imam Nawawi dan Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Ashqolani adalah ulama ahlus sunnah akan tetapi sekalipun mereka adalah ulama yang sangat berilmu, tetap saja mereka memiliki kesalahan. Dan yang paling benar adalah tetap mengikuti pemahaman para Shahabat, Tabi'in, dan Tabiut Tabi'in
Wallahu musta'an

Dadan Hamdan Syukrillah said...

wahabi itu yg memusuhi asya'riyyah...

Hamdan El-Anwari said...

awas pemalsuan kitab al-Ibanah
lihat http://catatankecilsantri.blogspot.com/2012/06/pemalsuan-kitab-al-ibanah-imam-abu.html

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...