Tuesday, 14 September 2010

Saling UP GRADE dengan CINTA



Masalah bukan pada modal awal, tapi bagiamna pengelolaannya sehingga modal dapat terus berkembang dan meningkat. Dalam urusan pengelolaan modal awal rumah tangga tak ubahnya perniagaan. Jika tidak di upgrade, modal sekufu bias habis di tengah jalan.

Saling mengenal

Saling mengenal dengan baik aspek intelektualitas, kecenderungan, tabiat, kebiasaan, potensi dan juga kelemahan pasangan. Pengenalan ini bukan sekedear untuk dapat memperlakukannya sesuai dengan kondisinya, tapi agar masing-masing memiliki pandangan ke depan untuk meningkatkan potensi atau menutup kelemahan anda.

Temukan strong point

Saling menemukan strong point atau titik komparatif yang dapt menjadi sumber energi untuk menghasilkan kecenderungan atau kedekatan(litaskunu ilaiha). Kita bias belajar dari rumahtangga Rasulullah saw dan Khodijah r.a. pada diri Muhammad saw, Khodijah menemukan sikap jujur dan amanah. Sebaliknya, pada diri Khodijah Muhammad saw melihat sikao kedermawanan yang mencolok. Strong point mampu mengeliminir perbedaan usia, fisik, status ekonomi dan lingkungan social diantara keduanya. Begitu kuatnya, sehingga Rasulullah tidak pernah berfikir menikah lagi setelah Khadijah wafat, padahal menjadi kelaziman dalam budaya arab. Bahkan , setelah khadijah wafat Rasulullahmasih sering menyebut namanya dan meneruskan kebiasaan Khadijah memberi hadiah atau memberi makanan pada orang yang dia cintai.

Menerima Realitas
Salig menerima dan memahamikondisi relitas pasangan sebagai modal luar buiasa untuk bisa memaklumi dan memaafkan kesalahan. Ini akan membuat kita tidak membandingkan kondisi realita pasangan dengan potret ideal yang ada pada kepala. Untuk itu, kecerdasan, kelapangan hati, dan kejujuran adalah sikap mutlak yang dibutuhkan. Dalam praktik, umumnya kaum perempuan memiliki kemampua penerimaan yang lebih tinggi daripada kaum laki-laki.

Ciptakan kebutuhan bersama

Saling menciptakan kebutuhanbersama untuk meningkatkan kesekufuan agar suasana kesenderungan pada pasangan tetap terbangun. Dengan begitu, proses upgrade tidak dirancukan dengan sikap saling menyalahkan atau saling menuntut. Misalnya suami hanya menuntut istri agar begini dan begitu, padahal ia sendiri masih banyak kekuranan.

Komitmen & Kesepakatan
Komitm,en untuk tidak mandeg da kesepakan untuk saling menupgrade membuat suamiistri siap menanggung konsekuensi yang timbul dari kesepakatan tersebut.

Upgrade sesuai potensi
Tidak mungkin potensi pasangan A, kita paksa berubah menjadi B. paling mungkin adalah bagaimana A menjadi A’. jangan sampai proses up grade justru menimbulkan perasaan tertekan atau terpaksa.

Terbuka dalam belajar
Kembangkan sikap terbuka dalam belajar sepanjang tidak bertentanan dengan syari’ah. “belajar bisa dimana saja,tidak harus kursus atau ikut lembaga pengembangan diri. Yang penting motipasi, bisa dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, internet, buku misalnya sebagai fasilitas belajar.

Kuatkan kesabaran
Saling mengutkan kesabaran dalam menjalani proses up grade, terutama saat kita menjumpai sejumlah hambatan keterbatasan, semisal waktu, tenaga, atau keuangan. “jikakamu tidak menyukainya maka bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”(Q.S 4:19). Bukankah jika kita bersabar., Allah pasti memberikan ganjaran setimpal di surga kelak.
Perbaiki komunikasi
Saling memperbaiki komuniksai dan interaksi. Jika semakin sekufu semakin baik komunikasi dan interaksi. Maka memperbaiki keduanya adalah cara tept menuju kedekatan kesekufuan. Sebab tanpa kita sadari kesalahan komuniksasi dapat melahirkan perasaan negative, semisal tertekan, kecewa, putus asa, pada salah satu atau kedua pihak. Perasaan negative ini jika dibiarkan akan menjadikan potensi kebaikan pasangan kita mandul atau kerdil.

Bingkai dengan bahasa cinta
Atas dasar apa kita meng up grade pasangan? Pastikan cinta yang mendasarinya, bukan yang lain. Kita ingin lebih sholeh, lebih cerdas, dan lebih berkembang dalam bingkai ‘karena aku mencintaimu’. Naïf sekali jika seorang suami meminta istrinya ikut kursus bahasa inggris misalnya, karena ia btidak mau dipermalukan didepan kolega-koleganya.

Artikel Terkait

Comments
2 Comments

2 comments:

BLACKBOX said...

artikel yang menarik, salam kenal

Dadan Hamdan Syukrillah said...

salam kenal juga ^^

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...