Dengan apa kebahagiaan itu dicapai ?
Apa dengan banyaknya harta ?
Apa dengan banyaknya gelar ?
Apa dengan tingginya pangkat dan jabatan ?
Semua itu tidak menjamin kebahagiaan,
karena banyak orang yang hartanya melimpah namun mereka menjerit, hidup menderita dan tidak tenang dalam istana megahnya.
Banyak orang yang meraih banyak gelar namun banyak sekali mereka hidup dengan banyak gelar namun ju
Apa dengan banyaknya harta ?
Apa dengan banyaknya gelar ?
Apa dengan tingginya pangkat dan jabatan ?
Semua itu tidak menjamin kebahagiaan,
karena banyak orang yang hartanya melimpah namun mereka menjerit, hidup menderita dan tidak tenang dalam istana megahnya.
Banyak orang yang meraih banyak gelar namun banyak sekali mereka hidup dengan banyak gelar namun ju
ga banyak dilanda kegalauan dan kesulitan hidup yang membelit.
Dan tidak sedikit pula orang yang berpangkat tinggi sekaligus tinggi juga kesulitan dan kesusahan hidupnya.
Harta yang melimpah, pangkat, dan gelar tidak diberikan kepada semua orang namun kebahagiaan itu diberikan kepada siapapun tanpa memandang semua atribut itu, begitupun kesusahan ia diberikan kepada siapapun tanpa memandang atribut tersebut.
Kebahagiaan sejati itu ada dalam keridhoan Allah, mencari Ridho Allah itulah prioritas utama kita, kita gunakan apapun yang kita miliki dari harta, gelar dan jabatan untuk menggapai keridhoan-Nya, insyaaAllah hidup akan lebih bahagia dan tentram, buat apa banyak harta namun Allah tidak ridho, buat apa banyak harta dan jabatan tinggi kalau kebahagiaan hilang.
Begitupula ketika kita tidak diberi harta yg melimpah, gelar dan jabatan maka kita tidak perlu marah-marah kepada Allah, karena semua itu tidak diberikan kepada semua orang.
# kesimpulan dari pengajian beberpa bulan yg lalu :)
Dan tidak sedikit pula orang yang berpangkat tinggi sekaligus tinggi juga kesulitan dan kesusahan hidupnya.
Harta yang melimpah, pangkat, dan gelar tidak diberikan kepada semua orang namun kebahagiaan itu diberikan kepada siapapun tanpa memandang semua atribut itu, begitupun kesusahan ia diberikan kepada siapapun tanpa memandang atribut tersebut.
Kebahagiaan sejati itu ada dalam keridhoan Allah, mencari Ridho Allah itulah prioritas utama kita, kita gunakan apapun yang kita miliki dari harta, gelar dan jabatan untuk menggapai keridhoan-Nya, insyaaAllah hidup akan lebih bahagia dan tentram, buat apa banyak harta namun Allah tidak ridho, buat apa banyak harta dan jabatan tinggi kalau kebahagiaan hilang.
Begitupula ketika kita tidak diberi harta yg melimpah, gelar dan jabatan maka kita tidak perlu marah-marah kepada Allah, karena semua itu tidak diberikan kepada semua orang.
# kesimpulan dari pengajian beberpa bulan yg lalu :)
Artikel Terkait
catatan singkat
- Kesempurnaan Nikmat
- Sya’ir Abu Nawas
- Perintah Dan Anjuran Menikah dalam Islam
- 5 Jalan Menuju Sukses
- Download Mushaf Madinah doc Word
- Kesulitan Dibalas dengan Kemudahan
- Hukum Pacaran atau Berpacaran
- Harta Umat dan Kebangkitan Umat Islam
- Kiamat Sudah Dekat
- Bosan Jadi Pegawai
- Kenali Potensi diri dan Bermimpilah
- Keadilan Allah dalam Hukum
- Cinta Pada Masa Pacaran
- Nasihat Kakak
- Hati-Hati dalam Memilih Berteman
- Sikap Permusuhan, Ikhtilaf dan Perpecahan
- Memaafkan itu Menyehatkan
- Belajar Karena Ujian, Sistem Kebut Semalam
- Kata Mutiara Mario Teguh
- Wanita Masuk Neraka Karena Model Kerudung ?
- Islam Mengajarkan Supaya Kaya Bukan Miskin
- Sederhana Bukan Berarti Miskin
- Nasihat Al-Bushiri Tentang Hawa Nafsu
- 7 Kaidah Kebahagiaan
Harta
Gelar