Saya bertanya via facebook kepada Dr. Iman Musthofa Al-Bugho putri dari Dr. Musthofa Al-Bugho, dosen fakultas Syari'ah di Damascus University.
Apa mungkin kebenaran itu lebih dari satu atau banyak ? ataukah kebenaran itu hanya satu gambar saja?
Jawab:
Kebenaran (Al-Haq) adalah satu, namun Allah subhanahu wata'ala menjadikan dalam beberapa perkara dan permasalahan sebagai rahmat dan kasih saying dari-Nya karena tidak adanya pengetahuan akan kebenaran secara yakin, tidak berarti bahwa kebenaran itu dipilih secara acak, namun terkadang kebenaran berjalan diantara dua perkara atau bahkan lebih dengan dalil.
Jika terjadi tidak adanya ketidaktahuan akan kebenaran maka tidak berarti hal itu mendorong kepada permusuhan dan perpecahan selama masing-masing mempunyai dalil. Contoh yang kongkrit adalah perbedaan antara Fuqoha (para ulama ahli fiqh) dalam beberapa kasus tahapan dan tingkatan fiqh. Adapun perbedaan dalam hal selain itu maka tidak mungkin kebenaran itu lebih dari satu, sama sekali.
-------------
Syaikh Dr. Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa perbedaan pendapat (ikhtilaf) antar madzhab fiqih maupun ikhtilaf yang terjadi antar ulama dalam satu madzhab bukanlah sesuatu yang tercela, selama perbedaan tersebut tidak pada bagian pokok agama dan keyakinan. Selama dalam perkara furu’i dan ijtihadi, perbedaan pendapat tersebut malah merupakan rahmat dan kemudahan bagi umat serta merupakan bagian dari kekayaan tasyri’i pada umat ini.
Adanya perbedaan pendapat di kalangan fuqaha ini juga tidak menunjukkan adanya pertentangan dalam syari’at, melainkan ini terjadi karena kelemahan manusia dalam memahami syari’at. Dan demi menghilangkan kesempitan (haraj), maka kita dibolehkan beramal dengan salah satu pendapat fuqaha yang ada
damaskus 2012
Apa mungkin kebenaran itu lebih dari satu atau banyak ? ataukah kebenaran itu hanya satu gambar saja?
Jawab:
Kebenaran (Al-Haq) adalah satu, namun Allah subhanahu wata'ala menjadikan dalam beberapa perkara dan permasalahan sebagai rahmat dan kasih saying dari-Nya karena tidak adanya pengetahuan akan kebenaran secara yakin, tidak berarti bahwa kebenaran itu dipilih secara acak, namun terkadang kebenaran berjalan diantara dua perkara atau bahkan lebih dengan dalil.
Jika terjadi tidak adanya ketidaktahuan akan kebenaran maka tidak berarti hal itu mendorong kepada permusuhan dan perpecahan selama masing-masing mempunyai dalil. Contoh yang kongkrit adalah perbedaan antara Fuqoha (para ulama ahli fiqh) dalam beberapa kasus tahapan dan tingkatan fiqh. Adapun perbedaan dalam hal selain itu maka tidak mungkin kebenaran itu lebih dari satu, sama sekali.
-------------
Syaikh Dr. Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa perbedaan pendapat (ikhtilaf) antar madzhab fiqih maupun ikhtilaf yang terjadi antar ulama dalam satu madzhab bukanlah sesuatu yang tercela, selama perbedaan tersebut tidak pada bagian pokok agama dan keyakinan. Selama dalam perkara furu’i dan ijtihadi, perbedaan pendapat tersebut malah merupakan rahmat dan kemudahan bagi umat serta merupakan bagian dari kekayaan tasyri’i pada umat ini.
Adanya perbedaan pendapat di kalangan fuqaha ini juga tidak menunjukkan adanya pertentangan dalam syari’at, melainkan ini terjadi karena kelemahan manusia dalam memahami syari’at. Dan demi menghilangkan kesempitan (haraj), maka kita dibolehkan beramal dengan salah satu pendapat fuqaha yang ada
damaskus 2012
Artikel Terkait
catatan singkat
- Kesempurnaan Nikmat
- Sya’ir Abu Nawas
- Perintah Dan Anjuran Menikah dalam Islam
- 5 Jalan Menuju Sukses
- Download Mushaf Madinah doc Word
- Kesulitan Dibalas dengan Kemudahan
- Hukum Pacaran atau Berpacaran
- Harta Umat dan Kebangkitan Umat Islam
- Kiamat Sudah Dekat
- Bosan Jadi Pegawai
- Kenali Potensi diri dan Bermimpilah
- Keadilan Allah dalam Hukum
- Cinta Pada Masa Pacaran
- Nasihat Kakak
- Hati-Hati dalam Memilih Berteman
- Sikap Permusuhan, Ikhtilaf dan Perpecahan
- Memaafkan itu Menyehatkan
- Belajar Karena Ujian, Sistem Kebut Semalam
- Kata Mutiara Mario Teguh
- Menggapai Kebahagiaan Dunia Akhirat
- Wanita Masuk Neraka Karena Model Kerudung ?
- Islam Mengajarkan Supaya Kaya Bukan Miskin
- Sederhana Bukan Berarti Miskin
- Nasihat Al-Bushiri Tentang Hawa Nafsu
- 7 Kaidah Kebahagiaan
kebenaran